Prof. Kiai Mukri Aji Kumpulkan 40 MUI Kecamatan, Bahas Upgrading Pengurus, Bentuk Lembaga Cyber, Hingga Muscam

Prof. Kiai Mukri Aji Kumpulkan 40 MUI Kecamatan, Bahas Upgrading Pengurus, Bentuk Lembaga Cyber, Hingga Muscam Gambar Ilustrasi. By. AI

Rapat Koordinasi MUI Kecamatan se Kabupaten Bogor ini dilaksanakan dua hari pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) Kepengurusan MUI Kabupaten Bogor periode 2025-2030. SK dikeluarkan secara resmi oleh MUI Provinsi Jawa Barat pada Senin, 22 September 2025.

MUI-BOGOR.ORG – Mengingat saat ini kita semakin mendekati akhir zaman, maka persatuan dan kesatuan umat Islam yang kokoh menjadi benteng utama, dan tidak ada kompromi bagi pihak-pihak yang berupaya merusak tatanan umat Islam, sebab setiap tindakan pasti akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor, Prof. Dr. KH. Ahmad Mukri Aji, MA., MH., pada Rapat Koordinasi (Rakor) MUI Kecamatan se-Kabupaten Bogor di Aula Gedung Utama MUI, Kecamatan Cibinong, Rabu (24/9/2025).

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut juga menginstruksikan agar setiap kegiatan ke-MUI-an termasuk agenda pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) harus dijalankan dengan sebaik-baiknya dan dilandasi niat yang tulus ikhlas untuk membawa perubahan umat ke arah yang jauh lebih baik dan maslahat.

Sekretaris Umum, H. Irfan Awaluidn, M.Si., sedang memandu jalannya Rakor. Foto: Tim Digital MUI Kab. Bogor

Rakor ini dipandu oleh Sekretaris Umum, H. Irfan Awaluidn, M.Si., yang membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan internal organisasi, menghadapi dinamika eksternal, pembentukan lembaga cyber, hingga persiapan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam).

Rakor ini dilaksanakan dua hari pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) Kepengurusan MUI Kabupaten Bogor periode 2025-2030. SK dikeluarkan secara resmi oleh MUI Provinsi Jawa Barat pada Senin, 22 September 2025.

Gus Irfan juga menyoroti pentingnya peran ulama saat ini, yang diharapkan tidak hanya mengerti permasalahan di ruang lingkup internal pesantren atau lingkungan masyarakat sekitar, tetapi juga mampu memahami persoalan yang muncul baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Suasana Rakor yang dihadiri oleh 40 Ketua MUI Kecamatan se Kabupaten Bogor. Foto: Tim Digital MUI Kab. Bogor

“Hari ini banyak ulama yang sudah merasa cukup hanya menjadi pemimpin di pesantren, atau di lingkungannya saja, tapi tidak memahami permasalahan yang muncul di ruang lingkup yang lebih luas sehingga mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Bogor akan mengadakan program upgrading capacity atau peningkatan kapasitas bagi para pengurus MUI Kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Gus Irfan juga menyampaikan, bahwa di dalam SK. Kepengurusan MUI Kabupaten Bogor terbaru, terdapat sejumlah pembaharuan secara struktural.

Pembaharuan tersebut meliputi penambahan personalia kepengurusan mulai dari struktur Pengurus Harian (PH), penambahan komisi, dan pembentukan lembaga baru, salah satu yang diinisiasi adalah Lembaga Cyber MUI.

Rakor ini juga fokus pada persiapan pelaksanaan agenda Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) yang dijadwalkan akan dimulai pada Oktober s.d November 2025.

“Kelengkapan rapat Muscam akan melibatkan alumni PKU untuk membentuk panitia, termasuk SC dan OC, serta pengurus MUI Kecamatan periode sebelumnya wajib membuat laporan berkala (periodic report),” pungkas Gus Irfan.

Penulis: Faisal