Citeureup, MUI Online – Sebanyak 14 pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Citeureup masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan di Aula Yayasan Al Hikmah, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (16/6/2026).
Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengurus MUI Desa dan Kelurahan oleh Sekretaris MUI Kecamatan Citeureup, Ustadz Fitri Al Marogi, S.Pd.I. Selanjutnya, pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Asep Saepul Bahri, M.Pd., melalui pembacaan baiat yang diikuti seluruh pengurus MUI Desa dan Kelurahan.
Dalam sambutan dan arahannya, KH Asep Saepul Bahri mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah baru. Ia berharap para pengurus mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan demi kemaslahatan umat.

“Selamat kepada seluruh pengurus MUI Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Citeureup yang hari ini telah dikukuhkan. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ujarnya.
Kiai Abah menjelaskan, salah satu peran utama MUI adalah sebagai khadimul ummah atau pelayan umat.
“Pelayan umat bukan berarti ingin dilayani, melainkan hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan nasihat, bimbingan keagamaan, penyelesaian persoalan keluarga hingga pendampingan sosial, maka ulama harus hadir memberikan solusi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengurus MUI harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga apa yang disampaikan kepada masyarakat selaras dengan perilaku yang ditunjukkan.

Selain sebagai khadimul ummah, lanjutnya, ulama juga memiliki fungsi sebagai shadiqul hukumah atau mitra pemerintah. Karena itu, hubungan antara ulama dan umara harus terus diperkuat dalam rangka membangun masyarakat yang maslahat.
“Pengurus MUI harus proaktif memberikan masukan kepada pemerintah, bukan hanya ketika diminta, tetapi juga ketika melihat adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia mengingatkan agar para pengurus tidak menjadikan MUI sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.

“Setelah dilantik jangan sampai muncul pertanyaan, apa keuntungan yang saya dapatkan setelah menjadi pengurus MUI. MUI bukan tempat mencari keuntungan pribadi, tetapi wadah pengabdian dan ladang amal untuk umat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Citeureup, KH Muhammad Basri, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada unsur Forkopimcam, pemerintah desa dan kelurahan yang selama ini telah bersinergi mendukung berbagai program MUI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Camat, Kapolsek, Danramil, para kepala desa dan lurah yang selama ini terus bersinergi bersama MUI dalam menjaga kondusivitas wilayah dan membina masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu program prioritas MUI Citeureup adalah penyelenggaraan pengajian bulanan (syahriyahan) guna memperkuat sinergi ulama dan umara di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, KH Muhammad Basri juga mengungkapkan rencana pembangunan gedung sekretariat MUI Kecamatan Citeureup yang selama ini menjadi cita-cita bersama.
“Alhamdulillah, kami telah mendapatkan hibah tanah seluas 120 meter persegi dari pemerintah. Kami mohon dukungan dari semua pihak agar pembangunan gedung sekretariat MUI dapat segera terwujud. Insya Allah dalam waktu dekat akan dilakukan peletakan batu pertama,” katanya.
Sementara itu, Plt. Camat Citeureup, H Enday Hidayat, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa keberadaan ulama memiliki peran penting dalam menjaga ketenteraman masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

“Kami hadir bersama para kepala desa dan lurah untuk belajar dan mengaji. Ketika berada di tengah-tengah para ulama, kami merasa tenang dan mendapatkan banyak nasihat yang bermanfaat,” ujarnya.
Kami mendukung penuh pembangunan gedung sekretariat MUI Kecamatan Citeureup. “Mari kita bergerak bersama, berikhtiar dan berdoa agar cita-cita tersebut dapat segera terwujud,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, MUI Kecamatan Citeureup juga memberikan plakat penghargaan kepada para kepala desa dan lurah sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi dalam menyukseskan berbagai program MUI.
Editor: Faisal








