Ciawi, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciawi menggelar seleksi masuk Pendidikan Dasar Ulama (PDU) Angkatan IV di Aula Kantor Kecamatan Ciawi, Sabtu, 19 September 2026.
Seleksi masuk PDU tahun ini diikuti oleh 36 orang. Semangat dan optimisme mereka mengalir deras memenuhi aula Kantor Kecamatan Ciawi.
Rangkaian kegiatan seleksi ini diawali dengan sambutan Ketua MUI Kecamatan Ciawi, Kiai Cucu Junaedi, S.Sos.I,.
Kiai Cucu mengatakan, bahwa PDU merupakan program unggulan MUI Kecamatan Ciawi yang kini sukses menjadi rujukan atau percontohan bagi MUI Kecamatan lain di Kabupaten Bogor.

“Rasa syukur dan bangga luar biasa menyelimuti saya karena bisa berdiri di hadapan kader ulama hebat peserta PDU angkatan ke-4 ini. PDU ini merupakan program rujukan dan percontohan bagi MUI Kecamatan di Kabupaten Bogor,” ujar Kiai Cucu.
Senada, Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kecamatan Ciawi, Ustadz Kusuma Gumarang, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan agar orientasi perjuangan kader PDU bersih dari motif kepentingan pribadi.
“Luruskan niat untuk murni berkhidmat melayani umat. Ketika sudah menjadi bagian dari keluarga besar MUI, kedepankan selalu adab dan takzim kita kepada para guru serta kiai sepuh,” tegas dia.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Arya Usama menjelaskan tiga tahapan uji kompetensi yang harus dilalui peserta, yakni tes tulis, penguasaan baca tulis al-qur’an dan tes wawasan keagamaan.
Hasil seleksi ini akan segera diumumkan, dan pelaksanaan kuliah perdana diagendakan pada awal oktober 2026.

Dia pun menambahkan, bahwa PDU tahun ini berbeda dengan PDU tahun lalu dengan kualifikasi minimal lulusan SMA/MA atau pondok pesantren, kali ini peserta yang statusnya masih bersekolah bisa mendaftar PDU.
Ketentuan ini, Ustadz Arya melanjutkan, diambil sebagai respons atas maraknya kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan di lingkungan sekolah.
“Kami sangat berharap, para kader yang lahir dari program ini nantinya bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing untuk menekan angka kenakalan remaja,” ujar dia.
Semangat dan harapan datang dari salah satu peserta. Dalam wawancaranya bersama MUI Online, Fatahillah utusan Pondok Pesantren Al-Umm Aswaja ingin memperluas wawasan keislaman dan ingin memperluas jangkawan khidmah khususnya di wilayah Ciawi.
Motivasi utama saya sederhana, yakni ingin memperluas jejaring keilmuan serta memperkuat jalur khidmah untuk melayani masyarakat luas,” pungkasnya.
Kontributor : Firmansyah








