Sukaraja, MUI Online – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX MUI Kabupaten Bogor pertemuan kedua, menghadirkan Kandidat Doktor Pemikiran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr (C) Puad Hasan, MA., melalui mata kuliah Filsafat Islam di Balai Diklat Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam paparannya, Puad Hasan menjelaskan bahwa filsafat merupakan bagian dari perjalanan intelektual manusia dalam mencari kebenaran. Filsafat tidak hanya dipahami sebagai kumpulan teori pemikiran, tetapi juga sebagai metode untuk melatih manusia berpikir secara kritis, mendalam, dan sistematis.
Dia menjelaskan bahwa perkembangan filsafat ditandai dengan perubahan cara manusia memahami realitas, yaitu dari mitos menuju logos. Mitos menjadi bentuk pemahaman awal manusia dalam menjelaskan berbagai fenomena melalui cerita, keyakinan, atau tradisi, sementara logos menghadirkan pendekatan berpikir yang menggunakan akal, alasan, dan argumentasi.
Menurut Puad Hasan, pergeseran dari mitos menuju logos menjadi salah satu ciri berkembangnya sebuah peradaban. Namun, hal tersebut bukan berarti mitos harus sepenuhnya ditinggalkan, sebab keduanya memiliki ruang dalam kehidupan manusia.
“Filsafat bukan sekadar kumpulan pemikiran, tetapi sebuah metode berpikir untuk mencari kebenaran. Dengan filsafat, seseorang belajar mempertanyakan sesuatu secara mendalam dan memahami alasan di balik sebuah pemikiran,” ujar dia.

Filsafat dalam tradisi Islam, lanjutnya, memiliki hubungan erat dengan pencarian kebenaran. Penggunaan akal dan kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu cara untuk memahami berbagai persoalan secara lebih mendalam dengan tetap memperhatikan nilai-nilai keislaman.
Puad Hasan juga menjelaskan bahwa berpikir filosofis memiliki beberapa karakteristik, di antaranya kritis, rasional, universal, dan mendalam. Sikap tersebut penting bagi kader ulama agar mampu menghadapi berbagai persoalan umat dengan pemahaman yang luas serta argumentasi yang kuat.
Bagi kader ulama, kemampuan berpikir filosofis menjadi bekal penting agar mampu memahami persoalan umat secara lebih luas, tidak hanya melihat suatu permasalahan dari satu sudut pandang, tetapi juga dengan analisis dan argumentasi yang kuat.
“Bahwa model berpikir ketika sebuah peradaban itu maju, dalam arti maju pasti selalu ada pergeseran mitos ke logos. Mohon maaf sekali lagi saya tidak akan bosan-bosannya ngomong, ini bukan soal benar salah karena hidup tanpa mitos nggak bisa. Makanya orang yang bijak itu orang yang bisa memposisikan kapan saya harus berpikir mitos, kapan saya harus berpikir logos,” tegas Puad.
Editor: Istikhoriyah Aulia Putri
Kontributor: Ade Mutiah








