Cibinong, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cibinong kembali menggelar pengajian bulanan (syahriahan) pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Masjid Jami’ Al-Mukhtar, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya Ketua MUI Kecamatan Cibinong, KH. Moch. Syarifuddin, S.Pd.I., menyampaikan pentingnya memahami tradisi keagamaan dengan tetap merujuk kepada sumber-sumber, yaitu al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mujtahidin Karadenan Cibinong tersebut juga membahas mengenai tradisi “Rebo Wekasan,” sebuah tradisi yang dilakukan sebagian masyarakat pada akhir bulan Safar.

Kiai Syarif juga mengingatkan bahwa saat ini telah memasuki bulan kemerdekaan, maka kita harus mengingat kembali sejarah perjuangan para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Semangat kemerdekaan ini kita teruskan dengan melakukan kegiatan yang positif, menjaga persatuan, membangun masyarakat, serta mempertahankan nilai-nilai kebaikan. Semangat persatuan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT: ‘Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai,”ujar Kiai Syarif seraya mengutip al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 103.
Sementara itu, Camat Cibinong, Drs. Acep Sajidin, M.Si., mengajak masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, pengajian bulanan ini menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.

“Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, saya juga mengajak masyarakat untuk memasang bendera merah putih sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara,” kata dia.
Syahriahan tersebut diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Asep pengasuh Pondok Pesantren Nurul Furqon Cibinong.
“Kebersamaan ini merupakan modal penting dalam menghadirkan keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Kiai Asep juga mengajak jamaah untuk kembali memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, salah satunya melalui memperbanyak membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Saya mengajak bapak/ibu untuk memiliki target sederhana namun konsisten, misalnya membaca al-Qur’an satu hari satu halaman, sehingga membaca Al-Qur’an ini menjadi kebiasaan yang terus terjaga,” pesan Kiai Asep.
Syahriahan ini turut dihadiri jajaran Forkopimcam, pengurus MUI Kecamatan dan Kelurahan, alumni PKU, penyuluh KUA, para Lurah, Ketua LPM, para amil, tokoh masyarakat, serta jamaah ibu-ibu.
Editor: Faisal Wibowo
Kontributor: Helmi Hardiansyah








