Thursday, 10 September 2026

Kader PKU 20 Diminta Pahami Peta Ideologi Gerakan di Era Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 11:29 WIB
Istikhoriyah Aulia Putri
ISTIKHORIYAH AULIA PUTRI Tim Redaksi

Sukaraja, MUI Online – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX MUI Kabupaten Bogor membekali peserta dengan pemahaman mengenai berbagai ideologi dan gerakan yang berkembang melalui paparan bertema “Peta Ideologi Gerakan” yang disampaikan H. Ahmad Zulfiqor, S.Hum., di Balai Diklat Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Dalam paparannya, H. Ahmad Zulfiqor, S.Hum., menekankan pentingnya kader MUI memahami berbagai paham dan ideologi yang berkembang, baik di tingkat nasional maupun global. Dia menilai, pemahaman tersebut menjadi bekal penting bagi kader dalam membaca dinamika masyarakat dan merespons berbagai persoalan umat.

Direktur PKU H. Ahmad Zulfiqor, S.Hum., menyampaikan materi ( Foto: Tim Media PKU 20)

“MUI sebagai mediator segala permasalahan yang ada di Kabupaten Bogor. Oleh karenanya kita harus memahami paham ideologi yang ada,” ujar dia.

Menurut Kang H. Fiqor, perkembangan ideologi dan gerakan tidak dapat dilepaskan dari dinamika sejarah, sosial, politik, serta perubahan yang terjadi di dunia. Karena itu, kader ulama perlu memiliki wawasan yang luas agar mampu memahami suatu paham secara utuh sebelum memberikan penilaian.

Direktur Pelaksana PKU tersebut juga menegaskan, memahami berbagai ideologi bukan berarti mengikuti seluruh paham yang berkembang. Kader MUI justru perlu mampu memilah dan menentukan sikap secara proporsional dengan tetap berpegang pada ketentuan syariat.

“Kader MUI harus memahami juga paham yang berkembang di dunia global agar dapat mengakomodir kepentingan umat tanpa meninggalkan ketentuan syariat,” jelas dia.

Dalam paparan tersebut, H. Ahmad Zulfiqor menjelaskan bahwa ideologi berkaitan dengan seperangkat gagasan atau pemikiran yang kemudian dapat melahirkan berbagai gerakan. Pembahasan turut menyinggung perkembangan ideologi di dunia, termasuk munculnya gerakan Pan-Islamisme sebagai bagian dari respons umat Islam terhadap perubahan dan kondisi dunia pada masanya.

Paparan kemudian mengarah pada perkembangan berbagai gerakan Islam di Indonesia. Sejumlah organisasi dan tokoh turut dibahas, di antaranya Sarekat Islam, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persatuan Islam (Persis), Nahdlatul Ulama (NU), Mathla’ul Anwar, Persatuan Umat Islam (PUI), hingga Al-Washliyah.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa gerakan dan pemikiran Islam di Indonesia memiliki dinamika yang panjang. Karena itu, kader ulama perlu memahami sejarah dan konteks lahirnya berbagai gerakan agar mampu melihat persoalan secara lebih objektif.

Menurut dia, menghadapi perbedaan pemikiran tidak cukup hanya dengan mengetahui suatu paham, tetapi juga membutuhkan sikap yang tepat. Kader ulama harus mampu menggunakan ilmu dan argumentasi, sekaligus tetap mengedepankan pendekatan yang bijaksana kepada masyarakat.

“Kenali dengan ilmu. Nilai dengan adil. Bedakan dengan proporsional. Hadapi dengan strategi. Jawab dengan argumentasi dan dekati manusianya dengan hikmah,” pungkas dia.

Editor: Istikhoriyah Aulia Putri
Kontributor: Ade Mutiah