Cibinong, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cibinong kembali menggelar Pengajian Bulanan (Syahriahan) di Masjid Jami’ At-Taufiq, Jalan H. Ashari, RT 002 RW 008, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (21/7/2026).
Dalam tausiyahnya, Ketua MUI Kecamatan Cibinong, KH. Moch. Syarifudin, S.Pd., mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Syukur tidak cukup diwujudkan melalui ucapan semata, tetapi harus dibuktikan dengan memanfaatkan setiap nikmat untuk ketaatan kepada Allah SWT, kepedulian terhadap sesama, serta memperbanyak amal saleh.
Pimpinan Pesantren Al-Mujtahidin Karadenan tersebut juga mengingatkan pentingnya memiliki sifat wara’, yakni sikap berhati-hati dalam menjaga diri dari perkara yang haram maupun syubhat. “Wara’ merupakan akhlak mulia yang akan menjaga kebersihan hati, kehormatan diri, sekaligus menghadirkan keberkahan dalam kehidupan,” tuturnya.
Kiai Syarif menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki sifat wara’ akan senantiasa mempertimbangkan setiap perkataan, perbuatan, maupun harta yang diperoleh agar tetap berada dalam koridor yang diridhai Allah SWT. Sikap tersebut akan melahirkan pribadi yang jujur, amanah, sederhana, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Sementara, Camat Cibinong, Drs. Acep Sajidin, M.Si., dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi oleh BMKG. Menurutnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor mulai mengalami kekeringan sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.
“BMKG memprediksi akan terjadi puncak musim kemarau. Di beberapa wilayah Kabupaten Bogor sudah mulai mengalami kekeringan. Karena itu saya mengimbau seluruh masyarakat Cibinong agar berkoordinasi dengan RT dan RW. Apabila ada warga yang sumurnya mengalami kekeringan, segera laporkan kepada lurah. Kecamatan akan menyalurkan bantuan air bersih bekerja sama dengan BPBD, Kodim, dan berbagai pihak lainnya. Jangan sampai masyarakat membutuhkan air, tetapi pemerintah tidak hadir,” tegasnya.
Selain itu, Camat Acep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai modal utama menjaga ketahanan sosial di tengah masyarakat.
“Saya berharap para kiai dan ulama turut menggerakkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengaktifkan kembali siskamling, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Filosofi gotong royong adalah saling meringankan beban sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah dan kebersamaan semakin kuat,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris MUI Kecamatan Cibinong, Ust. Deden Ibnu Aqil, M.Pd., menyampaikan bahwa syahriahan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antara ulama, umara, dan masyarakat.
“Setiap syahriahan kita berharap memperoleh ridha Allah SWT, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, mempererat silaturahmi, dan yang tidak kalah penting adalah memperkuat sinergi antara ulama dan umara demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Lurah Cibinong, Ricky Mudzakir, S.TP., M.M., juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada MUI Kecamatan Cibinong yang telah mempercayakan Kelurahan Cibinong sebagai tuan rumah penyelenggaraan Syahriahan.
“Kehadiran para ulama, tokoh masyarakat, pengurus MUI, serta jamaah dari berbagai wilayah menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang religius. Semoga pertemuan ini semakin mempererat silaturahmi, meningkatkan rasa kekeluargaan, serta memperkokoh kekompakan antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Cibinong,” pungkasnya.
Kegiatan diawali dengan pembacaan istighasah dan tawasul yang dipimpin Ketua MUI Kelurahan Cibinong, Drs. KH. R.A. Faelani, S.H., M.H., sebagai ikhtiar memohon keberkahan, keselamatan, serta kemaslahatan bagi masyarakat.
Editor: fw








