Thursday, 10 September 2026

KH. Agus Salim Mawardi Tegaskan Pentingnya Kualitas Ulama di Era Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 06:02 WIB
Istikhoriyah Aulia Putri
ISTIKHORIYAH AULIA PUTRI Tim Redaksi

Sukaraja, MUI Online – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX Tahun 2026 MUI Kabupaten Bogor memasuki minggu kelima dengan menghadirkan KH. Agus Salim Mawardi, M.M., Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Aqil sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Bogor.

Dalam paparannya, Abi Guslim menjelaskan bahwa perubahan sejatinya bukan terletak pada zaman, melainkan pada manusia yang hidup di dalamnya.

“Zaman itu tidak sejatinya pernah berubah, dari Nabi Adam sampai sekarang. Yang berubah itu manusia yang menghuni zamannya, maka ulama harus mampu mengikuti, mendampingi, dan membangun manusianya tanpa dipengaruhi hawa nafsunya,” ujar dia di Balai Diklat Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Suasana Perkuliahan PKU Angkatan XX. (Foto: Tim Media PKU 20)

Dia menambahkan bahwa ulama memiliki peran penting dalam mendampingi umat menghadapi berbagai perubahan. Seorang ulama tidak cukup hanya memahami ilmu agama, tetapi juga harus mampu membaca kondisi masyarakat serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah perkembangan zaman.

Abi Guslim mengibaratkan ulama seperti pohon yang menghasilkan buah berkualitas. Artinya, seorang ulama membutuhkan proses panjang dalam membangun kualitas diri, mulai dari menanam ilmu, menjaga akhlak, hingga terus melakukan perbaikan diri.

Analogi tersebut disampaikan untuk menggambarkan bahwa kualitas seorang ulama tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pendidikan, pembinaan, dan penjagaan nilai-nilai keilmuan serta akhlak.

Saat sesi diskusi, Abi Guslim menjawab pertanyaan peserta mengenai sosok ulama yang dibutuhkan di tengah tantangan zaman.

“Ulama harus seperti pohon buah, ditanam dengan hati-hati, dirawat, dijaga, dipupuk, agar menghasilkan buah yang berkualitas. Ketika buah sudah berkualitas, maka harganya jadi bernilai. Seperti inilah ulama yang dibutuhkan, yang berkualitas, yang bisa menjawab tantangan zaman,” ungkap dia.

Masyarakat, menurut Abi Gus Lim, akan selalu membutuhkan ulama yang memiliki kualitas ilmu, keteladanan, dan kemampuan memberikan manfaat. Sebagaimana buah yang baik akan selalu dicari, ulama yang berkualitas juga akan menjadi rujukan umat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Aqil tersebut menjelaskan bahwa kedudukan ulama tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut mampu melahirkan ketakwaan, akhlak, keberanian, dan manfaat bagi umat.

Peserta PKU Angkatan XX bersama narasumber. (Foto: Tim Media PKU 20)

Sebagai pewaris para nabi, ulama memiliki amanah untuk menjaga agama agar tetap dipahami dengan benar di setiap zaman. Karena itu, kader ulama tidak hanya dituntut memiliki keluasan ilmu, tetapi juga harus mampu menjaga niat, memperkuat karakter, serta memahami tantangan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Abi Guslim, tantangan ulama saat ini semakin kompleks. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta beragam persoalan baru di tengah masyarakat membutuhkan sosok ulama yang tidak hanya menguasai khazanah keilmuan Islam, tetapi juga mampu memahami realitas kehidupan.

Editor: Istikhoriyah Aulia Putri
Kontributor: Ahmad Ubaidillah