Cigudeg, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cigudeg sukses menggelar pengukuhan MUI Desa masa khidmat 2026-2031 sekaligus Rapat Kerja (Raker) di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg, Kamis, 11 Juni 2026. Pengukuhan dipimpin oleh Wakil Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Ahmad Ibnu Athoillah.
Dalam sambutannya, Kiai Atho menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
“Luruskan niat dalam berorganisasi semata-mata karena Allah SWT. Jadikan pengabdian ini sebagai bentuk kecintaan kepada agama dan umat, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para ulama dan pendahulu kita,” pesannya.

Kiai Atho menambahkan, kepengurusan MUI di tingkat kecamatan dan desa memiliki peran strategis dalam menjaga ukhuwah Islamiyah, membina umat, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, amanah yang diberikan harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan dedikasi.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Cigudeg, Kiai Unang Rifai, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat sinergi antara MUI Kabupaten hingga MUI Desa dalam menjalankan pengabdian kepada umat.

“Jabatan ini adalah amanah. Mudah-mudahan amanah yang diberikan menjadi wasilah keselamatan dunia dan akhirat serta dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Di saat yang sama, Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Terima kasih atas kolaborasi yang selama ini terjalin antara pemerintah dan para ulama dalam membangun masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan MUI merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada para ulama yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya untuk membina umat.
Ade juga mengajak seluruh pengurus MUI untuk bersama-sama mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar dan berperan aktif dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, ia menyoroti persoalan pendidikan di wilayah Bogor Barat. Menurutnya, Kecamatan Cigudeg menempati urutan kedua tertinggi dalam angka anak tidak sekolah di kawasan tersebut.
“Kami berharap para kiai dan pondok pesantren dapat bersinergi dengan PKBM untuk mendorong pendidikan formal bagi masyarakat yang belum mengenyam pendidikan dasar secara optimal,” pungkasnya.
Editor: Faisal Wibowo
Kontributor: Uweis Alqorni








