MUI-BOGOR.ORG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan kemang sukses melaksanakan Pengukuhan sekaligus Rapat Kerja MUI Kecamatan dan MUI Desa se-Kecamatan Kemang di Aula Kantor Kecamatan Kemang, Ahad, 15 Februari 2026.
Bendahara Umum MUI Kabupaten Bogor, KH. Tohirudin, M.Pd., yang mewakili Ketua Umum, secara resmi mengukuhkan Pengurus MUI Kecamatan dan Desa se-Kecamatan Kemang.

Dalam sambutannya, KH. Tohirudin menyampaikan amanat dari Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor, Prof. Dr. KH. Ahmad Mukri Aji, MA., MH.
“Dalam amanatnya, Prof. KH. Mukri menekankan filosofi Ad-dinu wa al-shulthanu tau’amani, yang menegaskan bahwa agama dan pemerintah adalah saudara kembar. Beliau berpesan agar pengurus MUI mampu menjadi pondasi moral bagi pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah,” ujarnya.

KH. Tohirudin menambahkan satu poin penting, yaitu optimalisasi peran para alumni Pendidikan Kader Ulama (PKU).
“Keberadaan kader-kader muda lulusan PKU bertugas mendukung dan membantu tugas para kiai serta ulama sepuh dalam menjalankan roda organisasi,” tambahnya.

Sementara, Ketua MUI Kecamata Kemang, KH. Muhammad Zein Fatal Harun mengingatkan mengenai perbandingan waktu dunia dan akhirat sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 47.
“Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. Jika seribu tahun saja hanya sehari, maka umur kita yang hanya puluhan tahun ini tidak lebih dari satu jam di hadapan Allah. Oleh karena itu, jangan habiskan waktu yang singkat ini hanya untuk urusan duniawi kita niatkan dengan berkhidmah sepenuhnya di organisasi MUI,” ungkapnya.

“Satu hal yang patut kita syukuri hari ini adalah nikmat aman. Alhamdulillah, Kecamatan Kemang selama ini selalu kondusif, ketentraman yang kita rasakan di desa-desa kita adalah anugerah besar yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Pasca pengukuhan, MUI Kecamatan melanjutkan Rapat Kerja (Raker) yang dibuka secara resmi oleh perwakilan Camat Kemang Bapak Nurhaman, S.Sos.
Menurutnya, keberadaan MUI Kecamatan dan Desa sangat membantu pemerintah dalam menjaga kerukunan antarwarga dan menekankan pentingnya peran MUI sebagai penyeimbang pemerintah.
Editor: Faisal Wibowo Kontributor: Ismail Marjuki




