Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Tajurhalang Ziarah ke Ulama Tanah Panjalu

Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Tajurhalang Ziarah ke Ulama Tanah Panjalu MUI Kecamatan Tajurhalang Lakukan Ziarah Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. (Foto: Ismail Marjuki)

MUI-BOGOR.ORG – Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, MUI Kecamatan Tajurhalang melaksanakan ziarah ke salah satu ulama tanah Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (24/01/2026)

Dewan Pengurus harian MUI Kecamatan, Pengurus MUI Desa se-Kecamatan Tajurhalang dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan ziarah ini. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk tazkiyatunnafs dan mengingat kembali sejarah perjuangan ulama.

Kontributor mui-bogor.org, Ismail Marjuki yang turut membersamai rombongan, menjelaskan bahwa rombongan MUI Tajurhalang berangkat dari kediaman Ketua MUI menuju kawasan Situ Lengkong, Panjalu.

Pemberangkatan Pengurus MUI Tajurhalang menuju lokasi ziarah. Foto : Istimewa

“Destinasi utama ziarah ini adalah makam Prabu Hariang Kencana, salah satu tokoh penyebar agama Islam di tanah Pasundan yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi umat Islam di Jawa Barat,” ujar Ismail.

Syekh Panjalu dikenal sebagai seorang pangeran dari Kerajaan Panjalu yang memiliki kemampuan luar biasa. Konon, pada suatu masa ia pernah berjumpa dengan Sayyidina Ali. Namun, kesaktian yang dimilikinya tidak mampu menandingi keperkasaan menantu Nabi Muhammad SAW tersebut.

Pada akhirnya, Syekh Panjalu mengakui kekalahannya. Ia kemudian diberi tiga benda, yaitu sebilah pedang, sehelai pakaian, dan air zamzam. Akan tetapi, air zamzam itu tumpah dan dipercaya berubah menjadi Situ Lengkong seperti yang dikenal sekarang. Air yang mengelilingi kompleks makamnya pun diyakini sebagai air zamzam. 

Ismail melanjutkan, lokasi makam Mbah Panjalu berada di Pulau Nusa Gede, tepatnya di tengah sebuah Danau yang berada di sebuah bukit wilayah Ciamis, Jawa barat. Danau yang mengelilingi pulau kecil yang disebut Nusa Gede atau Larangan ini dikenal dengan sebutan Situ Lengkong Panjalu.

Pengurus MUI Tajurhalang melakukan serangkaian kegiatan ziarah di makam Prabu Hariang Kencana (Mbah Panjalu). Foto : Istimewa.

Pada momen tersebut, Ketua MUI Kecamatan Tajurhalang KH. Ahmad Dimyati, S.Ag. menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekedar wisata religi biasa.

“Kami datang kesini untuk mengambil ibroh (pelajaran) dari perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan syiar Islam. Ini adalah momentum bagi kami untuk merefleksikan diri sebelum memasuki bulan penuh berkah, Ramadhan dan ajang memperkuat silaturahmi antar Pengurus MUI sehingga terjalin rasa kekeluargaan” ujar Kiai Ahmad Dimyati.

Selama di lokasi, rombongan melakukan serangkaian ritual ibadah, seperti pembacaan tahlil dan do’a bersama yang ditujukan bagi para arwah pejuang Islam dan memohon keselamatan bangsa dan negara.

Editor : Faisal Wibowo 
Kontributor : Ismail Marjuki