Cibinong, MUIONLINE – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Prof. Dr. KH. Ahmad Mukri Aji, MA., MH., merasakan bahagia dan penuh rasa syukur saat menghadiri kegiatan seleksi masuk Pendidikan Kader Ulama (PKU) angkatan ke-20.
“Saya sangat bersyukur, bangga dan bahagia bisa bertatap muka langsung dengan ulama muda, orang-orang hebat, peserta PKU angkatan ke-20. Tunjukkan kepada kami kualitas kalian dalam seleksi ini,” ujarnya di Kantor MUI Kabupaten Bogor, Cibinong, Sabtu 23 Mei 2026.

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, juga mengatakan harus siap lahir dan batin jika berkesempatan lolos.
“Jika dinyatakan lolos seleksi atas izin Allah, harus siap lahir dan batin mengikuti seluruh perkuliahan PKU,” pesannya.
Pimpinan Pondok Pesantren Darun Na’im Parung tersebut menyampaikan apresiasi atas semangat generasi muda yang ingin berkhidmah kepada umat melalui program PKU.

Turut hadir Bendahara Umum, KH. Tohirudin, M.Pd. Ia mengatakan, proses menjadi seorang kader ulama membutuhkan pengorbanan, kesabaran dan ketekunan.
“Sampai hari ini saya masih menemukan peserta yang gagal tahap seleksi tetapi tidak putus asa dan terus mendaftar sampai berkali-kali dan akhirnya dinyatakan lolos, maka kuncinya adalah kesabaran dan ketekunan,” katanya.
Sementara itu, pengarahan secara teknis disampaikan Ketua Panitia, Ustadz Abdul Azis Zulkarnain, S.E.I. “Total pendaftar berjumlah 147 orang, namun yang hadir dan mengikuti ujian seleksi sampai selesai berjumlah 125 orang,” tuturnya kepada MUIOnline.

Ustadz Abdul Aziz menambahkan, para peserta seleksi PKU tahun ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari utusan MUI Kecamatan, utusan pondok pesantren, ormas Islam, organisasi kemahasiswaan, aktivis, para praktisi hingga birokrat.
Ia membeberkan, pada seleksi PKU tahun ini terdiri dari empat tahapan, yakni tes tertulis berbasis Computer Based Test (CBT), Al-Qur’an dan Hadis, Bahasa Arab dan Qiraatul Kutub, serta wawancara dan penggalian motivasi.
Pada tahap tes Al-Qur’an dan Hadis, pengujinya yaitu KH. Uud Hudromi, KH. Asep Saepul Bahri, M.Pd., KH. Moch Syarifuddin, S.Pd.I., dan Drs. KH. Sirojudin.

Sementara pada tes bahasa Arab dan qiraatul kutub, pengujinya yaitu Dr. KH. Afan Abdul Ghani, M.Pd., KH. Faisal Ali Nurdin, Lc., M.A., Drs. KH. Zen Fatal Harun, dan Dr. KH. Samsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I.
Lalu pada tes penggalian motivasi dan wawasan, penguji yang dihadirkan, yaitu Dr. Subur Wijaya, M.Pd., dan H. Cecep Jamhuri, SE., S.P., M.Si.
Salah satu peserta seleksi utusan MUI Kecamatan Ciawi, Arya Usama, mengaku motivasi mengikuti seleksi PKU untuk memperluas jaringan dan niat pengabdian melalui MUI.

“Motivasi saya didorong dari keinginan yang kuat untuk memperluas jaringan, dan memperkuat khidmah kepada umat,” terang alumni Pendidikan Dasar Ulama (PDU) MUI Kecamatan Ciawi tersebut.
Semangat dan harapan serupa juga datang dari Syarifah asal Bojong Gede. “Saya berharap ingin menjadi bagian dari PKU angkatan ke-20 agar dapat terus mengabdikan diri kepada umat melalui MUI Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Editor: Faisal
Kontributor: Firmansyah








