MUI-BOGOR.ORG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jonggol bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Jonggol menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Qurban pada Sabtu (9/5/2026) bertempat di Aula Kecamatan Jonggol.
Kegiatan ini diikuti oleh 102 peserta yang terdiri dari pengurus DKM, panitia qurban, dan para eksekutor (jagal) dari desa se-Kecamatan Jonggol. Mewujudkan Profesionalisme Juru Sembelih, Pelatihan ini mengusung tema “Mewujudkan Penyembelihan Qurban yang Halal, Profesional, dan Higienis”.

Ketua MUI Kecamatan Jonggol, KH. Asep Rosadi, MA, dalam sambutannya menekankan bahwa kapasitas sebagai Juru Sembelih Halal (JULEHA) sangat strategis bagi warga Jonggol, mengingat wilayah ini memiliki pasar hewan dan Rumah Potong Hewan (RPH) yang besar.
“Kapasitas Juleha di wilayah Jonggol sangatlah strategis, karena wilayah ini memiliki pasar hewan dan Rumah Potong Hewan yang cukup besar”, ujar Kiai Asep.
Senada dengan hal tersebut, Kasi PM Kecamatan Jonggol, Bapak Asep Hamzah, SE, MM, yang mewakili Camat, mengingatkan pentingnya memastikan kehalalan dan pengelolaan qurban sesuai syariat sebagai bentuk pertanggungjawaban ibadah yang besar.
“Sebagai seorang Muslim kita harus memastikan kehalalan dan pengelolaan qurban sebgai bentuk pertangung jawaban” , kata Asep Hamzah.
Materi Teknis dan Praktik LapanganPelatihan yang berlangsung selama setengah hari ini menghadirkan narasumber ahli dari DPD JULEHA Bogor Raya. Para peserta dibekali dengan lima poin utama yaitu pemahaman syariat mendalam tentang aturan penyembelihan hewan qurban, keahlian teknis mengasah bilah pisau agar tetap tajam, teknik penyembelihan hewan dengan benar, cepat, dan halal.

Para peserta pun diberikan materi Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) yaitu mengenalkan prinsip perlakuan hewan yang baik sebelum disembelih. Seperti praktik merobohkan dan menyembelih hewan qurban secara efektif.
Melalui pelatihan ini, panitia qurban di wilayah Jonggol diharapkan memiliki kapasitas profesional dalam mengelola ibadah qurban mendatang, mulai dari persiapan alat hingga proses distribusi yang higienis.
Kontributor : Firmansyah








