Dramaga, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dramaga kembali menggelar Pengajian Bulanan (Syahriahan) pada Selasa (21/7/2026) di Masjid Jami’ Daarul Akhyar, Jalan Ciherang Gede RT 01/RW 01, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Syahriahan ini mengkaji empat kitab, yakni Tafsir Jalalain, Fathul Qorib, Bulughul Maram, danTijan Darori. Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Dramaga, KH. Endang Muhtadin, menegaskan bahwa pengajian bulanan MUI memiliki peran strategis sebagai media mempererat kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
“Di forum ini kita tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membahas berbagai persoalan sosial yang berkembang di Kecamatan Dramaga. Karena itu, guyub dan sinergitas antara ulama dan umara harus terus dijaga demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Pada sesi kajian, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Dramaga, KH. Abdullah Mubarak mengingatkan jamaah tentang pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat. Menurutnya, setiap amal perbuatan manusia, baik yang tampak maupun tersembunyi, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
“Apa pun yang kita lakukan di dunia pasti akan mendapatkan balasan di akhirat. Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa memperbanyak amal saleh, menjaga lisan, serta menghindari perbuatan yang merugikan orang lain. Kesadaran bahwa setiap amal akan dihisab menjadi motivasi untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Sementara itu, Kiai Cece Bustomi, SE.,ME., menjelaskan pentingnya berpegang teguh kepada salah satu dari empat mazhab fikih yang telah diakui dalam Islam. Menurutnya, mengikuti mazhab merupakan bentuk kehati-hatian dalam menjalankan syariat agar ibadah dilaksanakan sesuai tuntunan para ulama.
“Berpegang kepada salah satu dari empat mazhab bukan berarti fanatik secara berlebihan, tetapi sebagai bentuk mengikuti metodologi keilmuan yang telah disusun oleh para imam mujtahid. Dengan demikian, ibadah yang kita lakukan memiliki landasan yang jelas dan tidak dilakukan secara asal-asalan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kiai Puad Hasan, M.A., menyampaikan kajian mengenai sifat kalam Allah dalam pembahasan ilmu akidah. Ia menjelaskan bahwa materi tersebut termasuk salah satu pembahasan yang cukup mendalam dan memerlukan pemahaman yang benar agar umat Islam tidak terjebak pada pemahaman yang menyimpang.
“Pembahasan tentang sifat kalam merupakan salah satu bahasan yang paling panjang dan mendalam dalam ilmu akidah. Setiap muslim perlu memahaminya sesuai penjelasan ulama Ahlussunnah wal Jamaah agar tidak keliru dalam meyakini sifat-sifat Allah SWT dan tetap memiliki akidah yang lurus,” ungkapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dramaga, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, jajaran Pemuda Pancasila, Pengurus KNPI, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Editor: fw
Kontributor: Ali Ghozali








