Wednesday, 7 October 2026

Syahriahan Putaran ke-3 MUI Pamijahan Gandeng FORMMAT Perkuat Sinergi Umat

Jumat, 25 September 2026 | 17:24 WIB
Muhammad Firmansyah
MUHAMMAD FIRMANSYAH Tim Redaksi

Pamijahan, MUI-Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pamijahan kembali menggelar kegiatan Syahriahan putaran ke-3 yang bersinergi dengan Forum Muslimin dan Muslimat (FORMMAT) dalam rangka membangun dan memperkuat ukhuwah serta pembinaan umat.


Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 di Aula Kantor Desa Gunung Bunder 1.

Para ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat dari wilayah Gunung Bunder 1 dan Gunung Bunder 2 menghadiri kegiatan tersebut dengan khidmat.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Bunder 1, Alamsyah, S. IP mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengajian yang dilaksanakan oleh MUI Kecamatan Pamijahan bersama Formmat.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.

Kajian bersama Ketua MUI Kecamatan Pamijahan, KH. Tatan Mubarok, SHI,. Foto : Istimewa.

“Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi kegiatan seperti ini patut didukung” ujarnya.


Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Pamijahan, KH. Tatan Mubarok, SHI, dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya ilmu pengetahuan serta keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Qashash ayat 77 yang mengajarkan agar manusia tidak melupakan bagian kehidupannya di dunia, sekaligus senantiasa mengutamakan kehidupan akhirat.

“Sebagai manusia kita harus senantiasa tidak melupakan bagian kehidupan di dunia dengan tidak melupakan keutamaan akhirat”, ucap Kiai Tatan.


Dalam kesempatan tersebut, KH. Tatan juga mengajak masyarakat untuk menjadikan empat pilar utama, yaitu Al-Qur’an, Hadis, Ijma, dan Qiyas, sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman.


Kegiatan Syahriahan ini juga diisi dengan kajian kitab kuning atau turats yang disampaikan oleh para Kiai setempat.

Pengajian Kitab Kuning. Foto : Istimewa

Kajian tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mempertahankan tradisi keilmuan Islam di tengah masyarakat.

Ketua FORMMAT, Ustadz Dahyudin bersama MUI-Online mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian ini telah berlangsung selama kurang lebih 29 tahun dan kini telah mendekati pertemuan yang ke-1.000.


Ia menjelaskan bahwa perjalanan panjang pengajian tersebut tidak lepas dari perjuangan para ulama dan tokoh masyarakat yang menjadi penggagasnya.

“Alhamdulilah kegiatan ini sudah berlangsung selama lebih 29 tahun. Hingga kini telah mendekati pertemuan yang ke seribu”, tuturnya.

Sebagian dari para penggagas tersebut, menurutnya, kini telah wafat.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberadaan pengajian ini telah menjadi salah satu wadah untuk menyatukan para Kiai, muslimin, dan muslimat yang berada di wilayah Gunung Bunder 1 dan Gunung Bunder 2.


Ustadz Dahyudin menyampaikan bahwa kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan untuk mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mencari ridha Allah SWT.


“Tujuan kita bersama adalah mencari ridha Allah SWT dan berharap mendapatkan kebahagiaan hingga masuk surga,” pungkasnya.


Sebagai informasi tambahan, rangkaian Syahriahan MUI Kecamatan Pamijahan akan kembali dilanjutkan pada putaran ke-4 yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026 di Desa Gunung Bunder 2.

Kegiatan rutin ini diharapkan terus menjadi wadah silaturahmi, dakwah, pembelajaran keislaman, serta sarana memperkuat persatuan para ulama dan masyarakat di Kecamatan Pamijahan.

Kontributor : Wawan Setiawan (Alumni PKU 19)