Thursday, 10 September 2026

Tak Cukup Lewat Tulisan, Dr. H. Dede Fahrurozi Paparkan Pentingnya Jurnalistik Dakwah

Senin, 10 Agustus 2026 | 12:25 WIB
admin
ADMIN Tim Redaksi

Sukaraja, MUI Online – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX MUI Kabupaten Bogor kembali melaksanakan kegiatan perkuliahan dengan menghadirkan Dr. H. Dede Fahrurozi, M.Sos., sebagai narasumber pada materi “Jurnalistik Dakwah”, Minggu, 9 Agustus 2026, di Balai Diklat Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Dede Fahrurozi menjelaskan bahwa jurnalistik dakwah di era digital tidak hanya menuntut kemampuan menulis. Lebih dari itu, seorang jurnalis dakwah perlu memiliki kemampuan dalam mencari, mengolah, memverifikasi, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab agar dapat menjadi sarana dakwah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa sebuah tulisan tidak serta-merta dapat disebut sebagai karya jurnalistik. Di dalam jurnalistik terdapat proses pengolahan informasi yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab sebelum informasi tersebut disampaikan kepada publik.

“Jurnalistik itu bukan sekadar menulis. Pada akhirnya bukan sekadar keterampilan menulis, tapi proses mengolah informasi secara bertanggung jawab karena tidak semua tulisan kita itu menjadi karya jurnalistik,” ujar alumni PKU angkatan pertama tersebut.

Peserta PKU Angkatan XX bersama narasumber dan panitia. (Foto: Amin/MUI Online)

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat informasi semakin mudah diproduksi dan disebarluaskan. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dakwah. Informasi yang disampaikan melalui media harus dipastikan kebenaran dan sumbernya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang keliru.

Dalam konteks dakwah, kemampuan jurnalistik menjadi penting bagi kader ulama untuk menyampaikan pesan-pesan Islam melalui berbagai platform media. Jurnalistik dapat menjadi sarana untuk menghadirkan dakwah yang informatif, edukatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

“Menjadi seorang jurnalis dakwah bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan tulisan yang menarik, tetapi juga bagaimana mengolah dan menyampaikan informasi secara benar, bijak, serta bertanggung jawab,” papar dia.

Dengan kemampuan tersebut, jurnalistik diharapkan dapat menjadi salah satu sarana bagi kader ulama dalam menyampaikan nilai-nilai Islam sekaligus memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat di era digital.

Editor: Egi Abdul Mughni
Kontributor: Istikhoriyah Aulia Putri