{"id":4540,"date":"2025-11-21T10:15:08","date_gmt":"2025-11-21T03:15:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mui-bogor.org\/?p=4540"},"modified":"2025-11-21T10:15:12","modified_gmt":"2025-11-21T03:15:12","slug":"paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/","title":{"rendered":"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"https:\/\/mui-bogor.org\/\">MUI-BOGOR.ORG<\/a><\/strong> \u2013 Di tengah kemudahan transaksi digital, masyarakat modern dihadapkan pada fenomena ekonomi serba cicilan yang kian menggoda. Kemunculan layanan <em>paylater<\/em>, instan kredit, dan berbagai skema pembayaran tertunda menjadikan konsumsi terasa lebih mudah, cepat, dan tanpa beban di awal. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun kemudahan itu tidak selalu sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang diajarkan Islam. Justru, layanan seperti <em>paylater<\/em> berpotensi menyeret masyarakat pada <em>gharar<\/em> (ketidakjelasan), riba, dan hutang konsumtif yang melemahkan stabilitas keuangan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam fikih muamalah, salah satu kaidah besar adalah &#8220;<em>Al-ashlu fil mu\u2018amalat al-ibahah illa an yadulla dalil \u2018ala tahrimiha<\/em>&#8221; pada dasarnya transaksi ekonomi dibolehkan selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Namun kebolehan itu dibatasi oleh syarat jelasnya akad, transparansi biaya, serta tidak mengandung unsur yang merugikan salah satu pihak. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah fenomena <em>paylater<\/em> menghadapi kritik serius. Banyak <em>platform<\/em> menampilkan biaya administrasi, denda keterlambatan, dan skema bunga terselubung yang tidak sepenuhnya dipahami oleh pengguna. Ketidakjelasan tarif inilah yang disebut ulama sebagai <em>gharar fahish<\/em>, yang dilarang dalam berbagai hadits, termasuk sabda Rasulullah SAW : \u201c<em>Nabi melarang jual beli yang mengandung gharar<\/em>\u201d (HR. Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain <em>gharar<\/em>, terdapat potensi riba yang muncul dari denda keterlambatan atau persentase tambahan jika jatuh tempo terlewati. Meski dalam fikih klasik para ulama membahas riba dalam konteks pinjaman uang langsung, para fuqaha kontemporer menyatakan bahwa riba juga dapat lahir dari biaya tambahan yang dihubungkan dengan waktu penundaan pembayaran, seperti fatwa <em>Majma\u2018 al-Fiqh al-Islami<\/em> dan lembaga fikih internasional lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika <em>platform<\/em> <em>paylater<\/em> mengaitkan denda dengan durasi keterlambatan, maka akad tersebut berpindah dari akad <em>ba\u2019i muajjal<\/em> (jual beli atau cicil yang sah) menuju akad pinjaman berbunga yang jelas dilarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, kebiasaan hidup serba cicilan juga mengikis nilai <em>qana\u2018ah<\/em> dan <em>iktisad<\/em> (hidup hemat) dalam ajaran Islam. Masyarakat dibentuk menjadi pembeli impulsif yang merasa mampu membeli segala sesuatu meski belum memiliki dana. <\/p>\n\n\n\n<p>Padahal Nabi SAW menasihatkan, <em>\u201cBerpeganglah pada sifat qana\u2018ah, niscaya engkau menjadi manusia paling kaya\u201d<\/em> (HR. Tirmidzi). Fenomena <em>paylater<\/em> bukan hanya persoalan halal dan haram, tetapi juga persoalan karakter, apakah kita menjadi hamba konsumtif atau hamba Allah SWT yang mampu menunda keinginan demi kebaikan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu tidak semua pembayaran cicilan otomatis haram. Islam membolehkan jual beli cicilan selama harga jelas, akad jelas, dan tidak ada biaya tambahan yang berkaitan dengan waktu. Sebagian lembaga keuangan syariah telah mencoba menawarkan alternatif seperti <em>murabahah<\/em> dan <em>ijarah muntahiyah bittamlik<\/em> yang lebih sesuai prinsip syariah. <\/p>\n\n\n\n<p>Tantangannya adalah bagaimana masyarakat dapat membedakan mana skema cicilan yang syariah kompatibel dan mana yang hanya \u201cberbaju Islami\u201d tetapi masih mempraktikkan riba digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, tulisan ini mengajak pembaca untuk lebih kritis terhadap kemudahan digital yang sering dibungkus dengan bahasa pemasaran seperti &#8220;tanpa beban&#8221;, &#8220;belanja dulu, bayar nanti&#8221;, atau &#8220;cicilan nol persen&#8221;. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pandangan Islam, kemudahan bukanlah alasan untuk mengabaikan batasan syariah. Ketaatan dalam urusan finansial bukan hanya menjaga harta, tetapi juga menjaga hati agar tidak terbelenggu hutang. Sebab kebebasan sejati dalam ekonomi bukan ketika kita bisa membeli segalanya, melainkan ketika kita tidak diperbudak oleh cicilan. <em>Wallahu a&#8217;lam bi ash-showab<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Al-qawaid al-fiqhiyyah<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>HR. Muslim<\/li>\n\n\n\n<li>Fatwa<em> Majma&#8217; al-Fiqh al-Islami<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>HR. Tirmidzi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"563\" src=\"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-07-at-13.08.59_106c339a-1000x563.jpg\" alt=\"Penulis: Arman Nadziri, M.Pd. (Dosen STEMBI Bandung\/Mahasiswa PKU MUI Kabupaten Bogor Angkatan XIX)\" class=\"wp-image-4309\" srcset=\"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-07-at-13.08.59_106c339a-1000x563.jpg 1000w, https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-07-at-13.08.59_106c339a-700x394.jpg 700w, https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-07-at-13.08.59_106c339a-400x225.jpg 400w, https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-07-at-13.08.59_106c339a-768x432.jpg 768w, https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-07-at-13.08.59_106c339a-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-07-at-13.08.59_106c339a.jpg 1556w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Penulis: Arman Nadziri, M.Pd. (Dosen STEMBI Bandung\/Mahasiswa PKU MUI Kabupaten Bogor Angkatan XIX)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em><strong>Catatan:<\/strong>\u00a0Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi mui-bogor.org<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pandangan Islam, kemudahan bukanlah alasan untuk mengabaikan batasan syariah. Ketaatan dalam urusan finansial bukan hanya menjaga harta, tetapi juga menjaga hati agar tidak terbelenggu hutang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4541,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[119,112],"class_list":["post-4540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kalam","tag-hikmah-jumat","tag-kalam-ulama"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah &#187; mui-bogor.org<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah &#187; mui-bogor.org\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam pandangan Islam, kemudahan bukanlah alasan untuk mengabaikan batasan syariah. Ketaatan dalam urusan finansial bukan hanya menjaga harta, tetapi juga menjaga hati agar tidak terbelenggu hutang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"mui-bogor.org\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-21T03:15:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-21T03:15:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"898\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ded7be9ac5f4b74a119fc0f8a05e4549\"},\"headline\":\"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah\",\"datePublished\":\"2025-11-21T03:15:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T03:15:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/\"},\"wordCount\":529,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg\",\"keywords\":[\"Hikmah Jum'at\",\"Kalam Ulama\"],\"articleSection\":[\"Kalam\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/\",\"name\":\"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah &#187; mui-bogor.org\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-11-21T03:15:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T03:15:12+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":898,\"caption\":\"Gambar Ilustrasi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/kalam\\\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/\",\"name\":\"mui-bogor.org\",\"description\":\"Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#organization\",\"name\":\"MUI Kabupaten Bogor\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/12\\\/berita-mui.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/12\\\/berita-mui.jpg\",\"width\":1000,\"height\":563,\"caption\":\"MUI Kabupaten Bogor\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ded7be9ac5f4b74a119fc0f8a05e4549\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8b806fcb398561b41610d8e686e48292b2fb34a146637dfc8a0bde6474bfe395?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8b806fcb398561b41610d8e686e48292b2fb34a146637dfc8a0bde6474bfe395?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8b806fcb398561b41610d8e686e48292b2fb34a146637dfc8a0bde6474bfe395?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/muibogor\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@muikabupatenbogor9478\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/mui-bogor.org\\\/index.php\\\/author\\\/admmu1\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah &#187; mui-bogor.org","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah &#187; mui-bogor.org","og_description":"Dalam pandangan Islam, kemudahan bukanlah alasan untuk mengabaikan batasan syariah. Ketaatan dalam urusan finansial bukan hanya menjaga harta, tetapi juga menjaga hati agar tidak terbelenggu hutang","og_url":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/","og_site_name":"mui-bogor.org","article_published_time":"2025-11-21T03:15:08+00:00","article_modified_time":"2025-11-21T03:15:12+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":898,"url":"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#\/schema\/person\/ded7be9ac5f4b74a119fc0f8a05e4549"},"headline":"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah","datePublished":"2025-11-21T03:15:08+00:00","dateModified":"2025-11-21T03:15:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/"},"wordCount":529,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg","keywords":["Hikmah Jum'at","Kalam Ulama"],"articleSection":["Kalam"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/","url":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/","name":"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah &#187; mui-bogor.org","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg","datePublished":"2025-11-21T03:15:08+00:00","dateModified":"2025-11-21T03:15:12+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg","contentUrl":"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-10.08.42-AM.jpeg","width":1600,"height":898,"caption":"Gambar Ilustrasi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/kalam\/paylater-dalam-timbangan-fikih-muamalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/mui-bogor.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Paylater dalam Timbangan Fikih Muamalah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#website","url":"https:\/\/mui-bogor.org\/","name":"mui-bogor.org","description":"Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor","publisher":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mui-bogor.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#organization","name":"MUI Kabupaten Bogor","url":"https:\/\/mui-bogor.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/berita-mui.jpg","contentUrl":"https:\/\/mui-bogor.org\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/berita-mui.jpg","width":1000,"height":563,"caption":"MUI Kabupaten Bogor"},"image":{"@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mui-bogor.org\/#\/schema\/person\/ded7be9ac5f4b74a119fc0f8a05e4549","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8b806fcb398561b41610d8e686e48292b2fb34a146637dfc8a0bde6474bfe395?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8b806fcb398561b41610d8e686e48292b2fb34a146637dfc8a0bde6474bfe395?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8b806fcb398561b41610d8e686e48292b2fb34a146637dfc8a0bde6474bfe395?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/mui-bogor.org","https:\/\/www.instagram.com\/muibogor\/","https:\/\/www.youtube.com\/@muikabupatenbogor9478"],"url":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/author\/admmu1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4540"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4542,"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4540\/revisions\/4542"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mui-bogor.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}