Sukaraja, MUI Online – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor memasuki pekan kedelapan. Perkuliahan yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 di Balai Diklat Dharmais, Sukaraja, Kabupaten Bogor tersebut menghadirkan H. Irfan Awaludin, M.Si., yang membahas perkembangan filsafat Barat, khususnya pemikiran Yunani Klasik dan masa Hellenisme.
Dalam pemaparannya, Gus Irfan menjelaskan bahwa memahami filsafat barat menjadi bagian penting bagi calon ulama agar memiliki wawasan luas dan mampu membaca dinamika pemikiran manusia sepanjang sejarah.
Dia menerangkan bahwa Hellenisme merupakan periode penyebaran budaya dan pemikiran Yunani ke berbagai wilayah setelah ekspansi Iskandar Agung (Alexander the Great). Masa tersebut melahirkan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus munculnya aliran-aliran filsafat yang membahas kehidupan manusia.
“Hellenisme itu yunanisasi. Seluruh dataran disebarkan aliran-aliran Yunani tentang cara berpikir, politik, hingga ekonomi,” jelas Gus Irfan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan beberapa aliran filsafat pada masa Hellenisme, seperti Epikureanisme dan Stoisisme. Menurutnya, Epikureanisme mengajarkan pentingnya mencapai ketenangan jiwa, sedangkan Stoisisme menekankan kemampuan manusia dalam mengendalikan sikap dan respons terhadap berbagai keadaan.

“Kita ini hanya berkuasa atas diri kita sendiri. Hal-hal di luar diri kita tidak bisa kita atur, tetapi reaksi internal dan sikap emosi kitalah yang sepenuhnya berada dalam kendali kita,” ungkap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga mengaitkan nilai Stoisisme dengan ajaran Islam, khususnya mengenai sikap ikhlas dan menerima ketetapan Allah SWT.
“Nikmati peranmu dan jangan cemburu dengan peran orang lain. Jalani peran yang ditakdirkan Allah dengan sebaik-baiknya tanpa perlu mengeluh, karena kepasrahan itu adalah bagian dari kesempurnaan iman,” pungkas dia.
Editor: Istikhoriyah Aulia Putri
Kontributor: Sodikin Masykur








