Wednesday, 7 October 2026

Hadapi Kemarau Panjang, MUI bersama Pemkab Bogor dan Ribuan Masyarakat Gelar Salat Istisqa

Jumat, 18 September 2026 | 14:25 WIB
admin
ADMIN Tim Redaksi

Cibinong, MUI Online – Dalam rangka menghadapi kemarau yang panjang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Daerah dan berbagai elemen masyarakat menggelar Salat Istisqa (memohon hujan) di Alun-alun Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (18/9/2026). Pantauan MUI Online, Salat Istisqo digelar sekitar pukul 10.00 hingga 10.45 WIB.

Selain Bupati Bogor Rudy Susmanto, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah, Kapolres, pengurus MUI Kabupaten Bogor, MUI Kecamatan Cibinong dan sekitarnya.

Selain di tingkat kabupaten, sejumlah MUI Kecamatan bersama Forkopimcam juga kompak menyelenggarakan Salat Istisqa di wilayah masing-masing, seperti di Cigombong, Ciawi, Leuwiliang, Ciampea, Cibungbulang, Parung Panjang, dan Jonggol.

Bupati dan Wakil Bupati Bogor, serta Ketua DPRD Kabupaten Bogor kompak mengikuti Salat Istisqa. (Foto: Istimewa)

Dalam rangkaian pelaksanaan tersebut, MUI memiliki peran penting dalam memobilisasi masyarakat untuk mengikuti Salat Istisqa. Di tingkat kabupaten maupun kecamatan, keterlibatan MUI turut mendukung berkumpulnya para ulama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, ini adalah upaya terakhir yang bisa dilakukan soal kemarau panjang ini setelah upaya hujan buatan dari BNPB. Sebab kemarau 2026 ini dinilai kemarau panjang dan sudah dirasakan dampaknya bagi warga Bogor.

Ketua MUI Kecamatan Cigombong, KH. Zaenal Muhtadin, tengah memimpin Salat Istisqa di Halaman Kantor Kecamatan Cigombong. (Foto: Istimewa)

“Alhamdulillah di hari ini tanggal 18 September 2026, para kiai, para ulama, para tokoh masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat berkumpul bersama di Alun-alun Tegar Beriman melaksanakan salat istisqa memohon hujan, di mana kemarau yang cukup panjang, bukan hanya terjadi di Kabupaten Bogor, juga terjadi di beberapa kabupaten kota di Indonesia,” kata Rudy Susmanto kepada awak media.

Rudy menjelaskan, kondisi kemarau yang berkepanjangan mulai memengaruhi ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi berdampak pada kebutuhan air masyarakat, termasuk ketersediaan air baku untuk kebutuhan minum.

Salat Istisqo di Kecamatan Ciampea. (Foto: Istimewa)

Dia mengatakan, sumber-sumber air di Kabupaten Bogor sendiri sudah mulai dirasakan berkurang dan kering. Jika kemarau masih terus terjadi, ini juga dikhawatirkan berdampak pada sumber air baku untuk minum.

“Sumur-sumur mulai kering, lahan-lahan pertanian, saluran irigasi juga mulai mengering, bahkan sumber air baku untuk air minum di wilayah Bekasi, Jakarta, juga bersumber dari Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Salat Istisqa di Kecamatan Parung Panjang. (Foto: Istimewa)

“Ikhtiar sudah, bahkan dengan BNPB juga sudah mencoba untuk membuat hujan buatan. Ini cara terakhir manusia adalah kita berdoa memohon kepada Allah mudah-mudahan diberikan hujan yang tentunya hujan tersebut hujan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuh Rudy.

Salat istisqa ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendoakan keberlangsungan aktivitas pertanian dan pemenuhan kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan. Dengan harapan agar para petani yang terdampak kemarau bisa kembali bertani dengan lancar. Kemudian air sumur di rumah-rumah warga tak lagi kering.

Salat Istisqa di Kecamatan Jonggol. (Foto: Istimewa)

“Agar petani kita bisa menanam lagi, agar masyarakat kita air-air di rumahnya dapat terisi kembali, dan tentunya kebermanfaatannya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menyebutkan bahwa dampak kemarau paling banyak dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, khususnya bagian barat dan timur. Sejumlah petani di wilayah timur Kabupaten Bogor turut merasakan dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang berlangsung.

“Ada beberapa kecamatan memang ada di beberapa di wilayah barat maupun wilayah timur. Salah satunya di timur ada di Cariu, Tanjungsari, Sukamakmur. Ada beberapa lahan sawah di mana masyarakat kita bergantung hidup dari sektor pertanian. Maka kita memohon kepada Allah mudah-mudahan diberikan hujan tapi hujan yang bermanfaat, hujan yang memberikan sesuatu hal yang positif bagi seluruh masyarakat kita,” pungkas Rudy.

Editor: Fw