Hambalang, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Hambalang menggelar “Hambalang Bersholawat” dalam rangka pengajian bulanan (syahriahan) MUI Desa se-Kecamatan Citeureup, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Stadion Mini Desa Hambalang, Sabtu (15/8/2026).
Sebagai tuan rumah kegiatan, Ketua MUI Desa Hambalang, KH. Basit mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan sukses.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, acara kegiatan di Desa Hambalang sudah berjalan dengan lancar dan sukses. Kami dari Majelis Ulama Indonesia Desa Hambalang tentunya sangat bersyukur. Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Desa Hambalang yang dipimpin oleh Bapak Wawang Sudarwan,” tutur KH. Basit kepada MUI Online.

Ia menambahkan, sinergi antara MUI dan Pemerintah Desa Hambalang selama ini telah terjalin dalam berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari peringatan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dan Isra Mikraj, hingga pengajian bulanan (syahriahan) yang rutin dilaksanakan.
KH. Basit menjelaskan, Hambalang Bersholawat kali ini dirangkai dalam tiga agenda utama. “Jadi, kegiatan ini dirangkaikan menjadi tiga agenda, yaitu tasyakuran Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan kegiatan syahriahan MUI Desa se-Kecamatan Citeureup. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat keberagamaan dan meningkatkan pembinaan keagamaan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara, Ketua MUI Kecamatan Citeureup, KH. Muhammad Basri, S.Ag., mengatakan kegiatan Hambalang Bersholawat merupakan bagian dari rangkaian pengajian bulanan MUI yang dilaksanakan secara bergiliran di berbagai desa. Momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk ta’zhiman wa takriman atau penghormatan dan pemuliaan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Kalau kita berbicara tentang kemerdekaan, salah satu tujuan yang harus terus kita jaga adalah persatuan. Karena itu, kemerdekaan jangan hanya kita syukuri secara seremonial, tetapi harus kita isi dengan mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, dan membangun kehidupan masyarakat yang rukun,” ujar Kiai Basri.
Sementara, Kepala Desa Hambalang, Wawang Sudarwan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah desa, ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan momentum kita dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81. Sekaligus, kita melaksanakan kegiatan keagamaan bersama para tokoh masyarakat,” ujar Wawang.

Ia menuturkan, kegiatan serupa hampir setiap tahun dilaksanakan di Desa Hambalang. Karena itu, dirinya berharap tradisi kebersamaan antara pemerintah desa, MUI, dan masyarakat tersebut dapat terus dipertahankan. “Insyaallah, alhamdulillah, hampir setiap tahun kegiatan seperti ini kita laksanakan. Insyaallah, ke depannya kita bisa terus mempertahankan dan melanjutkan kegiatan ini,” katanya.
Wawang juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Desa Hambalang dengan MUI dalam menjalankan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, selama saya menjalankan roda pemerintahan selama kurang lebih tujuh tahun, kami bersama-sama dengan Ketua MUI dan jajarannya selalu berkolaborasi, salah satunya dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masalah keagamaan,” ungkapnya.

Menurut Wawang, pembinaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada kegiatan keagamaan secara seremonial, tetapi juga diarahkan untuk membangun akhlak dan karakter masyarakat.
“Rutinitas kegiatan yang kami lakukan dan aktif di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga bagaimana memberikan pembinaan akhlakul karimah kepada masyarakat. Hal tersebut secara rutin kami lakukan di setiap wilayah,” jelasnya.
Kegiatan Hambalang Bersholawat juga menghadirkan penceramah KH. Ubaidillah atau yang dikenal dengan sebutan Ki Jamar Muda dari Sukabumi. Dalam tausiyahnya, Ki Jamar Muda mengajak jamaah untuk membangun kehidupan yang mulia dengan memuliakan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah SWT.

“Jika kita ingin hidup mulia di hadapan Allah, maka muliakanlah manusia-manusia yang dimuliakan oleh Allah SWT. Kita memuliakan para nabi, kita memuliakan para rasul, kita memuliakan wali-wali Allah. Kita memuliakan ibu-ibu, para ahli ilmu, para ustaz dan para kiai,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa memuliakan orang-orang yang dimuliakan Allah merupakan bagian dari upaya memperoleh kemuliaan dari-Nya. “Orang-orang yang dimuliakan oleh Allah, kita muliakan. Insyaallah, kemuliaan itu akan kembali kepada kita. Akan datang pula orang-orang yang memuliakan kita,” katanya.
Ki Jamar Muda kemudian mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan. “Seperti pada siang hari ini, kita memuliakan Rasulullah SAW. Kita memuliakan idola kita, Nabi Besar Muhammad SAW. Yakinlah, semuanya akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT,” pungkasnya.
Editor: Faisal Wibowo








