Thursday, 10 September 2026

MUI Tajurhalang Susun 11 Program, dari Dakwah Digital hingga Ekonomi Umat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:40 WIB
Editor
EDITOR Tim Redaksi

Cisarua, MUI Online – Dari pelatihan memandikan jenazah hingga strategi dakwah lewat TikTok, MUI Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, merumuskan 11 program kerja dalam Musyawarah Kerja Kecamatan (Mukercam) V.

Mukercam berlangsung dua hari, Selasa-Rabu (11-12/8/2026), di Villa H Abdul Majid, Cisarua. Acara ini mengusung tema : Bersinergi dalam Khidmat, Bersatu dalam Membina Umat.

Selain jajaran pengurus MUI desa se-Kecamatan Tajurhalang, kegiatan ini turut dihadiri Kapolsek Tajurhalang Iptu Raden Suwito dan Kepala KUA Tajurhalang H. Shilahuddin Nur. Dewan Pembina MUI Tajurhalang H. Nurhalim juga hadir mendampingi jalannya musyawarah.

Ketua MUI Kecamatan Tajurhalang KH. Ahmad Dimyatie mengatakan, pembinaan umat tidak bisa berjalan sporadis. Menurutnya, dibutuhkan kerja bersama serta komunikasi terarah antara ulama, pemerintah, dan tokoh masyarakat, dengan syarat seluruh elemen keagamaan bergerak dalam satu visi yang sama.

“Pembinaan umat yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika seluruh elemen keagamaan bergerak dalam satu visi,” ujar KH. Ahmad Dimyatie. Program pertama yang disepakati adalah penguatan silaturahmi Ulama-Umara. Komunikasi antara MUI, Muspika, aparatur desa, hingga RT/RW dan kader organisasi akan digelar secara berkala.

Lanjut, MUI Tajurhalang juga menghidupkan kembali Syahriahan Internal, forum silaturahmi sekaligus kajian kitab yang digelar rutin setiap bulan. Pelaksanaannya berpindah-pindah dari rumah ke rumah pengurus.Salah satu program yang cukup mencolok adalah Daurah Janaiz, yaitu pelatihan pemulasaraan jenazah khusus untuk jenazah perempuan. Program ini digarap bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).

MUI Tajurhalang turut membentuk Tim Khutbah dan Iddain untuk menyiapkan khatib salat Jumat dan salat Id di masjid-masjid desa. Di sisi lain, organisasi ini merancang wadah remaja masjid tingkat kecamatan bersama DMI dan masjid besar setempat guna membina generasi muda.

Bimbingan pranikah rutin di KUA Tajurhalang turut disiapkan, lengkap dengan materi edukasinya. Sementara untuk menjangkau audiens yang lebih luas, MUI memperkuat akun Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube sebagai kanal dakwah digital. Kapasitas ustadz, ustadzah, dan mubaligh pun akan terus dibina agar materi dakwah semakin berkualitas.MUI Tajurhalang turut menjadwalkan ziarah ke makam ulama lokal menjelang Ramadan, serta ziarah ke makam para wali di berbagai wilayah Nusantara. Tradisi ini dipertahankan sebagai bagian dari penguatan spiritual pengurus dan jamaah.

Di sektor ekonomi, MUI menyiapkan program pemberdayaan ekonomi umat. Rangkaiannya meliputi pendataan UMKM warga, pelatihan etika bisnis dan fikih muamalah, pendampingan sertifikasi halal, hingga promosi usaha.

KH. Ahmad Dimyatie, didampingi Sekretaris MUI Tajurhalang Ustadz Asmuni, berharap seluruh program tidak berhenti sebagai agenda organisasi di atas kertas. Ia ingin manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Semua program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata KH. Ahmad Dimyatie, didampingi Sekretaris MUI Tajurhalang Ustadz Asmuni.

Kontributor : Asmuni Marzuki