KH. Abdul Hamid, Pengasuh Pesantren Cisempur dan Sosok Inspiratif Kader Muda NU, Tutup Usia

KH. Abdul Hamid, Pengasuh Pesantren Cisempur dan Sosok Inspiratif Kader Muda NU, Tutup Usia

MUI-BOGOR.ORG – Keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH. Abdul Hamid bin KH. Mukhtar Royani bin Mama KH. Raden Royani Shiddiq bin Mama KH. Shiddiq. Kiai muda yang akrab disapa Aa Hamid, wafat pada Rabu, 1 April 2026, pukul 20.30 WIB, pada usia 43 tahun.

Beliau adalah putra ketujuh dari delapan bersaudara, pasangan KH. Mukhtar Royani dan Umi Hj. Siti Wiwi Aisyah. Aa Hamid menempuh pendidikan pesantren di bawah bimbingan Abuya KH. Mukhtar, pimpinan Pesantren An-Nidzom Selabintana, Kabupaten Sukabumi.

Dikenal sebagai kiai yang bersahaja, rendah hati, dan dekat dengan santri, Aa Hamid menjabat sebagai Dewan Masyayikh sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Aliyah Cisempur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Suasana saat almarhum KH. Abdul Hamid disemayamkan. (Foto: Istimewa)

Pesantren yang masyhur dengan nama Pesantren Cisempur ini merupakan salah satu pesantren tertua di Bogor, didirikan pada tahun 1918 oleh Mama KH. Shiddiq.

Selain perannya sebagai kiai, Aa Hamid juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Dewan Penasehat PC GP Ansor Kabupaten Bogor, serta Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Barat.

Beliau juga dikenal sebagai penggagas Forum Silaturahmi (Fosil) para Kiai muda se Bogor – Sukabumi – Cianjur.

Istri beliau, Hj. Giasera Resti Latifah, juga seorang aktivis Nahdlatul Ulama dan menjabat sebagai pengurus PC PERGUNU Kabupaten Bogor.

Taufik Kamil, alumni PKU MUI Kabupaten Bogor usai mewawancarai KH. Abdul Hamid, dalam tugas penelitian pesantren tua di Kabupaten Bogor pada tahun 2023. (Foto: Taufik Kamil)

Menurut Taufik Kamil, alumni Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang pernah mewawancarai Aa Hamid, beliau memberikan pesan penting tentang memahami proses kehidupan.

“Jika memang tidak bisa cara hidup yang baik, maka harus tahu cara mati yang baik (husnul khatimah). Orang selalu berbicara akibat, tapi tidak berbicara sebab, orang selalu berbicara hasil tapi tidak melihat proses,” ujarnya.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiry A. Ghazaly bersama KH. Abdul Hamid saat inaugurasi PW Ansor Jawa Barat. (Foto: Dhamiry A. Ghazaly)

Aa Hamid juga menyampaikan pesan yang sama dalam acara Halal Bihalal bersama para santri di Pesantren Riyadhul Aliyah Cisempur beberapa waktu lalu, yang terekam dalam potongan video pendek.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiry A. Ghazaly, juga menyampaikan, “Kami sangat kehilangan sosok kiai muda yang kritis, kekinian, dan pengayom bagi kader muda Nahdliyin.”

Editor: Faisal Wibowo