Wednesday, 7 October 2026

MUI Leuwiliang Kukuhkan Pengurus Desa dan Kecamatan, Perkuat Program Keumatan 2026 – 2031

Senin, 21 September 2026 | 19:38 WIB
Anwar Siroz
ANWAR SIROZ Tim Redaksi

Leuwiliang, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Leuwiliang menggelar Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus MUI Desa dan MUI Kecamatan se-Kecamatan Leuwiliang masa khidmat 2026 – 2031, Ahad (20/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sekretariat MUI Kecamatan Leuwiliang tersebut menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus penyusunan program kerja untuk meningkatkan pelayanan dan pembinaan keumatan di wilayah Leuwiliang.

Kegiatan dihadiri jajaran pengurus MUI Kecamatan dan MUI Desa se-Kecamatan Leuwiliang, perwakilan Kecamatan Leuwiliang, perwakilan MUI Kabupaten Bogor, serta sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.

KH. Tohirudin, M.Pd, Bendahara Umum MUI Kab. Bogor (Foto: Fajar)

Ketua MUI Kecamatan Leuwiliang, Dr. Rukiat, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026 – 2031 harus diarahkan pada kerja nyata dan pemberdayaan masyarakat. Dengan struktur kepengurusan yang dinilai memiliki potensi dan kompetensi, MUI Kecamatan Leuwiliang akan mendorong penguatan komisi-komisi keumatan, termasuk bidang perekonomian umat.

Salah satu rencana yang disampaikan adalah membangun kerja sama dengan yayasan yang bergerak di bidang konsultasi ekonomi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pelatihan ekonomi dan pengelolaan keuangan bagi masyarakat.

Dr. Rukiat juga menekankan pentingnya setiap unsur kepengurusan menjalankan tugas secara aktif. Para wakil ketua akan memegang komisi-komisi yang ada sehingga program MUI tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi dapat diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Masing-masing wakil ketua juga akan memegang komisi-komisi yang ada agar kepengurusan dapat berjalan aktif dan tidak sekadar terbentuk.”

Memasuki periode kepemimpinan keduanya, Dr. Rukiat berharap MUI Kecamatan Leuwiliang dapat semakin aktif dalam menjalankan peran keumatan, memperkuat koordinasi, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Perkuat Sinergi MUI Kecamatan dan Desa

Perwakilan MUI Kabupaten Bogor, KH. Ahmad Zulfiqor, S.H., menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut bukan hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah para pengurus MUI di tingkat kecamatan dan desa.

Ia menekankan pentingnya ukhuwah, silaturahmi, dan kerja sama antara MUI Kecamatan dengan MUI Desa. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pembinaan keagamaan dapat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, KH. Ahmad Zulfiqor menyoroti tantangan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia mengingatkan pentingnya mempertahankan tradisi keilmuan Islam yang bersanad.

Dalam sambutannya, ia membandingkan AI yang bekerja berdasarkan data dan sistem dengan tradisi keilmuan para kiai yang bertumpu pada sanad. Karena itu, masyarakat dinilai tetap perlu mempertahankan tradisi bertanya dan belajar kepada para ulama dalam memahami persoalan agama.

Ia juga mengajak para kiai untuk duduk bersama mencari solusi terhadap berbagai tantangan keumatan yang berkembang di tengah masyarakat, sehingga keberadaan MUI tetap memiliki peran dalam memberikan pencerahan dan pembinaan.

Kecamatan Dorong Edukasi Keagamaan dan Moral

Perwakilan Camat Leuwiliang, Muchlis, S.E., turut memberikan apresiasi kepada para ulama, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan Islam yang selama ini berkontribusi dalam pembinaan masyarakat.

Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa para tokoh yang telah berjuang dalam membangun MUI Kecamatan Leuwiliang. Sejumlah tokoh yang disebut antara lain Ki Sijai Jasiman, Drs. K.H. Magfur, K.H. Amran, dan Asep Matin.

Secara khusus, Muchlis menyampaikan apresiasi kepada Drs. H. Yusuf Siki, yang disebut sebagai salah satu penggagas gedung MUI Leuwiliang dan masih dapat ditemui hingga saat ini. Para hadirin juga diajak mendoakan para tokoh yang telah wafat serta mendoakan kesehatan dan umur panjang bagi tokoh yang masih hidup.

Dalam bidang pembinaan masyarakat, pihak kecamatan juga mendorong penguatan edukasi moral melalui majelis taklim, pondok pesantren, dan lingkungan keluarga. Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan upaya pencegahan perilaku seksual yang dianggap bertentangan dengan nilai agama, dengan pendekatan edukatif dan santun.

Para orang tua juga diingatkan untuk meningkatkan perhatian terhadap pergaulan anak serta lingkungan pertemanannya. Pesan tersebut disampaikan dalam kerangka penguatan pembinaan keluarga dan pendidikan moral di tengah masyarakat.

Rapat Kerja Susun Program Masa Khidmat 2026 – 2031

Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja. Forum tersebut menjadi ruang bagi pengurus untuk membahas prioritas kegiatan, menyusun program kerja, serta menentukan langkah strategis organisasi selama masa khidmat 2026 – 2031.

Sejumlah agenda yang mengemuka antara lain pemberdayaan ekonomi umat, penguatan pembinaan keagamaan, peningkatan koordinasi antara MUI Kecamatan dan MUI Desa, serta penguatan edukasi kepada masyarakat dan keluarga.

Melalui rapat kerja tersebut, seluruh pengurus diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu melaksanakan program secara terarah dan berkelanjutan.

Pengukuhan dan rapat kerja MUI Kecamatan Leuwiliang ini ditutup dengan semangat kebersamaan untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan koordinasi, dan menjalankan program keumatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat selama masa khidmat 2026 – 2031.

Kontributor: Hasbullah (PKU 19)