Presiden Prabowo dan Ketum MUI Pusat Tegaskan Persatuan Bangsa di Tengah Gejolak Global

Presiden Prabowo dan Ketum MUI Pusat Tegaskan Persatuan Bangsa di Tengah Gejolak Global Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Umum MUI Pusat KH. Anwar Iskandar (kanan) dan Rais 'Am PBNU KH. Miftahul Achyar (kiri) di Istana Merdeka Jakarta. (Foto: Tim Media Presiden)

MUI-BOGOR.ORG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melangsungkan silaturahmi dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026. Pertemuan ini sekaligus menjadi forum diskusi mengenai dinamika geopolitik global dan peran strategis Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap keputusan besar diambil dengan memprioritaskan kepentingan rakyat dan masa depan bangsa. Ia mendorong Indonesia menjadi jembatan perdamaian antarnegara sahabat.

Sambutan dan Arahan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tim Media Presiden)
Sambutan dan Arahan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tim Media Presiden)

“Kita senantiasa optimis terhadap kondisi Indonesia yang aman dan tenteram, serta memastikan masyarakat dapat terus beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa nyaman,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari instagram resminya @prabowo.

Di saat yang sama, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH. Anwar Iskandar, menyambut baik arahan Presiden dan menekankan pentingnya persatuan antara ulama, pemerintah, dan aparat keamanan untuk menjaga keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia.

Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar. (Foto: Screenshot Youtube Sekretariat Presiden)
Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar. (Foto: Screenshot Youtube Sekretariat Presiden)

Kiai Anwar juga menyoroti situasi geopolitik dan geoekonomi internasional, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berpotensi berdampak pada Indonesia. Ia menegaskan bahwa kebijakan politik bebas dan aktif Indonesia bertujuan memperbanyak sahabat dan menghindari permusuhan dengan negara manapun.

“Yang terpenting adalah menyelamatkan bangsa, rakyat, dan umat kita. Momentum hari ini harus kita gunakan untuk memperkuat kebersamaan antara ulama, pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh umat beragama,” pungkasnya seperti dilansir Youtube Sekretariat Presiden.

Editor: Faisal Wibowo