MUI-BOGOR.ORG – Raden Ajeng Kartini bukan hanya dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan, tetapi juga memiliki latar belakang keilmuan keislaman yang kuat. Ia pernah menjadi santri dari ulama besar, KH. Sholeh Darat, yang memberikan pengaruh besar terhadap pemikiran dan perjuangannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor, H. Irfan Awaludin, M.Si., dalam kegiatan peringatan Hari Kartini sekaligus peningkatan kapasitas pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Bogor yang diselenggarakan di Gedung MUI Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (27/4/2026).

Dalam forum itu, Gus Irfan menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran dan makna perjuangan R.A. Kartini dalam konteks masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Kartini tidak hanya sebatas perjuangan kesetaraan, tetapi juga mencakup pentingnya ilmu, akhlak, dan spiritualitas dalam membangun peradaban perempuan.

“Oleh karena itu, semangat Kartini harus terus dihidupkan dan diimplementasikan dalam kehidupan perempuan masa kini,” katanya menambahkan.
Gus Irfan berharap melalui kegiatan anggota Dharma Wanita Kemenag Kabupaten Bogor mampu berperan aktif, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Dengan berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan, perempuan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berdaya, berilmu, dan berakhlak,” jelasnya.
Editor: Faisal Kontributor: Nuraida








