MUI-BOGOR.ORG – Perubahan besar dalam tata kelola haji nasional mulai terasa pada musim haji 2026. Skema lama yang selama ini berbasis jumlah populasi muslim kini bergeser ke pendekatan yang lebih dinamis, yaitu berbasis daftar tunggu (waiting list). Dampaknya langsung terasa di Jawa Barat, terutama di Kabupaten Bogor.
Di tengah dinamika itu, Pemerintah Kabupaten Bogor siap memberangkatkan 2.504 calon jemaah haji. Namun, di balik angka tersebut, tersimpan perubahan sistemik yang mengubah cara pandang tentang keadilan dalam antrean ibadah haji, dari sekadar distribusi kuota menjadi penataan ulang harapan jutaan calon jemaah di seluruh Indonesia.
Di tengah perubahan besar tata kelola haji nasional tersebut, publik dihadapkan pada pertanyaan mendasar: “bagaimana dinamika pelaksanaan ibadah haji di Indonesia terutama di Kabupaten Bogor?”
Jawaban atas dinamika tersebut akan dikupas lebih dalam melalui wawancara eksklusif Faisal Wibowo, Jurnalis Majalah Kalam Ulama bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bogor, H. Muslimin, S.Pd., M.Si.
Nantikan ulasan lengkapnya dalam Majalah Kalam Ulama edisi ke-30 yang menyajikan perspektif mendalam tentang arah baru penyelenggaraan haji yang lebih adil dan proporsional.
Editor: Faisal







