Wednesday, 7 October 2026

Hadapi Pemikiran Modern, Kader PKU 20 Diminta Perkuat Islamic World View

Selasa, 15 September 2026 | 06:22 WIB
Istikhoriyah Aulia Putri
ISTIKHORIYAH AULIA PUTRI Tim Redaksi

Sukaraja, MUI Online – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX MUI Kabupaten Bogor memasuki pekan ketujuh.

Perkuliahan yang berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026 di Balai Diklat Dharmais Sukaraja, Kabupaten Bogor tersebut, para peserta mendapatkan materi bertajuk “Islamic Worldview” yang disampaikan oleh Dr. Arizqi Ihsan Pratama, M.Pd., Akademisi Universitas Darunnajah Bogor.

Dalam pemaparannya, Dr. Arizqi menjelaskan bahwa tantangan umat Islam saat ini bukan hanya persoalan kurangnya ilmu, tetapi juga adanya kekacauan dalam memahami konsep ilmu dan kebenaran.

Dr. Arizqi Ihsan Pratama, M.Pd. menyampaikan materi ( Foto: Tim Media PKU 20)

Mengutip pemikiran Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, ia menyampaikan bahwa salah satu tantangan besar umat Islam modern adalah confusion of knowledge atau kekeliruan dalam memahami hakikat ilmu. Karena itu, para kader ulama perlu memiliki fondasi pemikiran Islam yang kuat.

“Ilmu dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan informasi dan pengetahuan, tetapi juga harus membawa manusia semakin mengenal Allah SWT dan memiliki adab,” jelas alumni PKU Angkatan XI tersebut.

Dia menerangkan bahwa Islamic Worldview dibangun di atas dasar tauhid dengan wahyu sebagai sumber kebenaran utama. Berbeda dengan pandangan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, Islam memandang ilmu sebagai sarana untuk mencapai kemaslahatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, dia mengingatkan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mampu melahirkan perubahan dalam diri seseorang, meningkatkan ketakwaan, serta membentuk akhlak yang baik.

“Pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak gelar yang kita miliki, tetapi sejauh mana ilmu tersebut membuat kita semakin mengenal Allah,” ungkap dia.

Peserta PKU Angkatan XX bersama narasumber. (Foto: Tim Media PKU 20)

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tujuan pendidikan Islam bukan hanya mencetak manusia yang memiliki kemampuan akademik, tetapi membentuk manusia yang baik (good man) dan beradab.

Dia juga mengingatkan para kader PKU mengenai bahaya penyakit cinta dunia (hubbud dunya) dan takut menghadapi kematian yang dapat melemahkan kualitas umat.

Dia mengajak para peserta PKU XX untuk membangun kembali tradisi keilmuan melalui budaya membaca, menulis, dan terus belajar.

“Para ulama harus terus berproses, memperkuat cara pandang, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Perubahan besar selalu dimulai dari cara seseorang memahami dunia dan kehidupannya,” pungkas dia.

Editor: Istikhoriyah Aulia Putri
Kontributor: Sodikin Masykur