Wednesday, 7 October 2026

MUI Jonggol Dorong Pendirian Mualaf Center serta Gaungkan Pesan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Selasa, 15 September 2026 | 15:18 WIB
Istikhoriyah Aulia Putri
ISTIKHORIYAH AULIA PUTRI Tim Redaksi

Jonggol, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jonggol menggelar kegiatan Subuh Keliling (SULING) putaran ke-10 di Masjid Al-Ittihad, Citra Indah City, Minggu (13/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Jonggol, KH. Asep Rosadi, M.A., menyoroti pentingnya pengembangan Mualaf Center di wilayahnya.

“Dalam rentang waktu 10 bulan, MUI Kecamatan Jonggol sudah mengislamkan 40 mualaf. Mualaf perlu mendapatkan pendampingan dan pembinaan agar mereka tidak hanya menjadi seorang Muslim secara identitas, tetapi juga mendapatkan pemahaman agama dan dukungan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim,” ungkap KH. Asep.

Suasana Suling MUI Kecamatan Jonggol. (Foto: MUI Kecamatan Jonggol)

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor KH. Aim Zaimuddin, M.A., Camat Jonggol Andri Rahman, Anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Sulaeman, serta unsur Muspika dan tokoh ormas Islam setempat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DKM Masjid Al-Ittihad, Ustadz Nurdin Rohendi, menyampaikan apresiasi atas sinergi warga dan para donatur. Ia melaporkan bahwa proses renovasi Masjid Al-Ittihad kini telah hampir rampung.

Diharapkan, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dakwah, dan pembinaan sosial kemasyarakatan, ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiyah oleh KH. Aim mengenai pentingnya menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan penuh hikmah, ilmu, dan keteladanan di tengah masyarakat.

Suasana Suling MUI Kecamatan Jonggol. (Foto: MUI Kecamatan Jonggol)

Menurut KH. Aim, seruan kebajikan tidak akan efektif jika hanya disampaikan melalui lisan semata. Dakwah harus selalu dibarengi dengan keteladanan nyata dalam perilaku kehidupan sehari-hari agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Pendekatan yang bijaksana juga menjadi kunci utama dalam mencegah kemungkaran. Ia mengingatkan agar proses pencegahan dilakukan secara tepat guna menghindari potensi konflik atau perpecahan di tengah dinamika sosial masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat penting bagi umat Islam untuk terus menjaga keharmonisan, persatuan, dan kedamaian di tengah berbagai tantangan zaman serta cepatnya arus informasi saat ini.