Thursday, 10 September 2026

Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana sebagai Ketua Umum PBNU, Tekankan Kebersamaan dan Semangat Muktamar

Senin, 31 Agustus 2026 | 21:29 WIB
Anwar Siroz
ANWAR SIROZ Tim Redaksi

Jombang, MUI Online – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan pidato perdananya setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026 – 2031. Pidato tersebut disampaikan dalam acara penutupan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi.

Dalam pidato perdananya, Gus Kikin mengawali penyampaian dengan mengungkapkan rasa syukur atas berlangsungnya penutupan Muktamar Ke-35 NU. Ia juga menyoroti kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hadir dalam pembukaan sekaligus penutupan Muktamar.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita bermuwajahah dalam acara penutupan Muktamar yang ke-35. Ini sangat spesial khusus Bapak Presiden Republik Indonesia menghadiri acara ini. Pembukaan hadir dan penutupan hadir, baru kali ini ini terjadi,” kata Gus Kikin.

Gus Kikin kemudian menyampaikan apresiasi terhadap seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU yang menurutnya berlangsung dengan lancar. Ia menilai proses persidangan dan berbagai pembahasan dalam Muktamar dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan sejumlah solusi.

“Banyak hal-hal yang kita rasakan semuanya berjalan lancar. Mulai dari awal proses-proses berjalan lancar, proses persidangan berjalan lancar, semuanya rasanya banyak solusi-solusi yang bisa dicapai di dalam pembahasan-pembahasan ini,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap semangat para muktamirin yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, semangat peserta tetap terjaga meskipun rangkaian persidangan berlangsung hingga menjelang pagi.

“Hampir semua peserta sangat bersemangat di dalam mengikuti program-program mulai dari awal pembukaan. Apalagi pembukaannya waktu itu hadir Bapak Presiden itu membuat kami sangat semangat. Jadi hampir kita itu sangat kurang tidur, karena banyaknya program-program yang harus dibahas dan yang terakhir tadi malam itu ada voting-voting yang sampai pagi. Jadi kita akhirnya break hanya salat Subuh habis itu kita lanjut lagi dan berakhir tadi kurang lebih menjelang jam 08.00 pagi,” ujarnya.

Dengan suasana tersebut, Gus Kikin bahkan menggambarkan bahwa dirinya baru saja menyandang amanah sebagai Ketua Umum PBNU selama sekitar dua jam ketika menyampaikan pidato tersebut.

“Makanya kemudian saya sampaikan, ini Ketua Umum yang baru dan barunya baru 2 jam saja,” lanjutnya.

Selain menyampaikan apresiasi terhadap proses Muktamar, Gus Kikin juga menyoroti kekompakan dan kebersamaan para peserta. Ia melihat semangat tersebut tetap terlihat hingga proses Muktamar berlangsung sampai pagi hari.

“Kita kalau sampai pagi, itu tempat duduk itu hampir masih penuh juga. Ini yang mengherankan saya, ini kok betah, ini yang enggak punya program ikut juga duduk untuk mendengarkan,” pungkasnya.

Pidato perdana tersebut menjadi salah satu momentum awal Gus Kikin setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026 – 2031. Pernyataan yang disampaikannya turut menggambarkan suasana kebersamaan, semangat, serta komitmen para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU.

Muktamar Ke-35 NU sendiri menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi dalam memasuki masa khidmah baru. Setelah penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, tahapan berikutnya diarahkan pada penyusunan struktur kepengurusan PBNU masa khidmah 2026 – 2031 melalui tim formatur yang telah dibentuk.

Sumber NU Online
Baca Juga: https://www.nu.or.id/nasional/gus-kikin-sampaikan-pidato-perdana-usai-terpilih-jadi-ketua-umum-pbnu-2026-2031-cURD0