Thursday, 10 September 2026

KH. Cucun Sunan Nasa’i Ungkap 20 Penyakit Hati yang Kerap Tak Disadari

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:09 WIB
Istikhoriyah Aulia Putri
ISTIKHORIYAH AULIA PUTRI Tim Redaksi

Sukaraja, MUI Online – Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XX MUI Kabupaten Bogor memasuki pertemuan ketiga dengan menghadirkan kembali KH. Cucun Sunan Nasa’i melalui mata kuliah Ilmu Tasawuf, yang diselenggarakan di Balai Diklat Dharmais, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Dalam paparannya, KH. Cucun Sunan Nasa’i mengingatkan pentingnya mengenali berbagai penyakit hati yang kerap tumbuh tanpa disadari. Ia menguraikan 20 sifat tercela yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kualitas diri sekaligus ibadah seseorang.

Dia menjelaskan bahwa sebagian penyakit hati bersumber dari kesombongan dan perasaan merasa cukup terhadap diri sendiri. Sikap tersebut dapat muncul ketika seseorang merasa cukup berilmu, cukup berguru, maupun merasa sudah baik dalam beramal.

Suasana Perkuliahan PKU Angkatan XX. (Foto: Tim Media PKU 20)

“Ketika seseorang merasa sudah cukup berilmu, cukup berguru, dan merasa amalnya sudah baik, di situlah kita harus berhati-hati. Perasaan seperti itu bisa menjadi pintu munculnya penyakit hati,” ujar Abi Cucun.

Perasaan tersebut dapat berkembang menjadi keinginan untuk terus dihargai dan dimuliakan. Seseorang menjadi mudah sakit hati ketika tidak mendapatkan penghormatan sebagaimana yang diharapkan, bahkan dapat kehilangan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas amal dan ibadahnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fikri Al Andalusy tersebut juga menyoroti bahwa penyakit hati tidak hanya berdampak pada hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan sosial antarsesama. Mudah tersinggung, keras kepala, berprasangka buruk (suudzon), egois, enggan mendengarkan orang lain, hingga meremehkan dan menghina sesama menjadi bagian dari sikap yang menunjukkan hati masih perlu dibersihkan.

Menurut Abi Cucun, kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya ketika seseorang mulai lalai dalam beribadah, jarang bersyukur, tidak merasa sedih ketika tertinggal ibadah, hingga berkurangnya rasa takut terhadap ancaman Allah SWT.

Peserta PKU Angkatan XX bersama narasumber. (Foto: Tim Media PKU 20)

Ia juga mengingatkan bahwa penyakit hati perlu semakin diwaspadai ketika seseorang tidak lagi merasa bersalah atas kemaksiatan yang dilakukan, bahkan sampai muncul rasa bangga terhadap perbuatan tersebut.

Karena itu, Abi Cucun menekankan pentingnya mengingat Allah SWT sebagai jalan untuk menjaga sekaligus membersihkan hati dari berbagai sifat tercela.

“Setiap sesuatu ada pembersihnya, dan pembersih hati yaitu ingat kepada Allah,” ujarnya.

Editor: Istikhoriyah Aulia Putri
Kontributor: Salma Roudotun Alfiah