Thursday, 10 September 2026

Meneladani Perjuangan Pendiri Pesantren Ummul Quro Al-Islami Bogor pada Momentum Haul ke-1 KH. Helmy Abdul Mubin

Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:55 WIB
Ikbal Septiadi
IKBAL SEPTIADI Tim Redaksi

Bogor, MUI Online — Haul ke-1 almarhum KH. Helmy Abdul Mubin, Lc menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani perjuangan pendiri Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengirim doa kepada almarhum, tetapi juga menjadi momen refleksi dan mengingatkan para santri, alumni, serta masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai perjuangan serta kualitas pendidikan yang telah diwariskan oleh KH. Helmy Abdul Mubin, Lc.

KH. Helmy Abdul Mubin merupakan muassis atau pendiri Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor yang berlokasi di Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok Ulama, guru, teladan, dan mursyid bagi masyarakat terutama bagi para santrinya.

KH. Helmy Abdul Mubin, Lc merupakan Ulama asal Madura yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Gontor dan juga sempat menimba ilmu di Madinah. Berbekal tekad yang kuat, ikhtiar, dan doa, KH. Helmy mendirikan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor dengan cita-cita membangun lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berilmu dan bertakwa.

Dalam perjuangan dakwahnya, KH. Helmy dalam membangun pesantren menyisakan cerita yang menarik di mana beliau sebagai tokoh besar ternyata tidak berangkat dari latar belakang keluarga Ulama. Meskipun tidak berasal dari latar belakang keluarga pesantren, keterbatasan tersebut tidak menghalangi tekadnya untuk membangun pesantren. Kisah perjalanan dan perjuangan dakwahnya telah diabadikan melalui catatan yang tertuang dalam buku Mudiruna karya Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I, yang kini menjadi Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor.

Meneladani Sang Pendiri

Haul ke-1 KH. Helmy Abdul Mubin digelar di Basemen Masjid Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Putera. Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubur, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh dan tausiah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I, perwakilan keluarga Madura KH. Ahmad Fauzi, S.Ag, Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi, S.E, serta Rektor Universitas Ibnu Khaldun Prof. Dr. H.E. Mujahidin, M.Si.

Pada kesempatan tersebut, Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyelenggaraan haul.“ Terimakasih kepada semuanya, apapun yang diberikan oleh bapak ibu semuanya menjadi amal jariyah yang akan dibalas pahalanya baik di dunia maupun di akhirat.

”Bagi sebuah lembaga pendidikan, keberadaan pendiri bukan hanya bagian dari sejarah melainkan peletak nilai, gagasan, serta cita-cita yang mengakar. Nilai, gagasan, dan cita-cita yang selanjutnya akan diwariskan akan menjadi pondasi yang perlu terus diterjemahkan oleh generasi penerus sesuai dengan perkembangan zaman.Keteguhan dalam Merintis PendidikanBagi KH. Ahmad Fauzi, S.Ag, sebagai perwakilan keluarga dari Madura, KH. Helmy Abdul Mubin merupakan sosok Ulama yang memiliki tekad kuat dan memegang teguh nilai-nilai pesantren, terutama pada masa awal perintisan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor.“

ketika awal merintis pesanatren ummul quro saya merasakan dan mengalami untuk dilaksanakan sehingga kami melaksanakan hal yang sama untuk memberikan pendidikan dan pengajaran kepada santri-santri awal Pesantren Ummul Quro al Islami. Beliau juga memberikan kebebasan dalam mengelola pesantren ini sehingga kami mendapatkan kedewasaan dalam menjalankan pendidikan di Pesantren.”

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dibangun bukan hanya dalam soal mendirikan bangunan atau menyusun kurikulum, kepercayaan kepada para pengelola dan pendidik juga dibutuhkan agar sebuah lembaga pendidikan mampu bertumbuh, mengambil tanggung jawab, serta menjalankan amanah dengan penuh kedewasaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi, S.E juga turut mengenang kedekatannya dengan almarhum KH. Helmy. Menurutnya, hubungan silaturahim dengan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami telah terjalin sejak lama.

“Saya masih ingat waktu itu Bupati pertama ingin silaturahim dengan Al-Marhum KH. Helmy. Beliau mengeluarkan al-Quran lama, lalu menjelaskannya kepada kami. Dari situ sampai sekarang al-hamdulillah silaturahim saya khususnya ke pesantren ini masih terjaga.”

Kisah tersebut menggambarkan betapa pentingnya hubungan dan sinergitas antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Karena sejatinya pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem sosial dan pembangunan daerah.

Menjaga Warisan Pendidikan

Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Prof. Dr. H.E. Mujahidin, M.Si, yang turut memberikan sambutan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas lembaga pendidikan yang menjadi warisan perjuangan KH. Helmy Abdul Mubin.

“Pesantren Modern Ummul Quro al Islami Bogor dan Universitas Islam Bogor merupakan warisan beliau yang harus senantiasa dijaga kualitasnya.”

Pesan tersebut mengingatkan betapa keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan tidak cukup hanya dengan mempertahankan nama dan sejarahnya. Generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan lembaga dalam menjawab tantangan zaman.

Karena sejatinya, warisan pendidikan akan tetap hidup apabila nilai perjuangan pendirinya diterjemahkan dalam kerja nyata dan inovasi yang berkelanjutan.

Haul sebagai Ruang Mengambil PelajaranRangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab dan alumni pertama Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor, KH. Amirullah Daud, Sos.

Dalam tausiahnya, Habib Rizieq Shihab menekankan bahwa peringatan haul merupakan momentum penting sebagai sarana mengambil pelajaran dari kehidupan orang saleh dan meneruskan perjuangannya.

“Haul itu tujuannya adalah mengambil pelajaran dari orang sholeh, karena al-Marhum KH. Helmy Abdul Mubin ini adalah orang sholeh maka harus kita ambil pelajaran dari beliau terkhusus bagi para santri-santri dan alumninya untuk meneruskan perjuangan al-Marhum.”

Bagi para santri dan alumni, keteladanan pendiri pesantren dapat menjadi sumber pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan masa lalu tapi semangat kerja keras, keteguhan dalam berjuang, dan komitmen terhadap pendidikan dapat menjadi nilai yang terus relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini dan menjadi modal untuk melanjutkan perjuangan di masa mendatang.

Ketawadhuan, Sedekah, dan Pandangan Jauh

Alumni pertama Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor, KH. Amirullah Daud, Sos, juga turut menyampaikan sejumlah keteladanan yang dapat dipetik dari sosok KH. Helmy Abdul Mubin.

“ Sosok almarhum KH. Helmy Abdul Mubin, LC adalah penyemangat untuk kita semua. Pada beberapa kesempatan, beliau tidak pernah menuliskan nama beliau dengan kata kiyai atau ustadz, beliau langsung menuliskan nama beliau dengan H. Helmy Abdul Mubin karena ketawadhuan beliau. Beliau orang yang gemar shodaqoh, orang yang gigih dan visioner. Salah satu nasihat beliau adalah jangan pernah minta kepada manusia sebab engkau akan kecewa, tetapi mintalah kepada Allah karena Allah Maha Kaya.”

Keteladanan tersebut mengandung sejumlah nilai penting dalam pendidikan karakter. Ketawadhuan yang ditanamkan mengajarkan kerendahan hati, kegemaran bersedekah menumbuhkan kepedulian sosial, sementara sikap gigih dan visioner menjadi modal dalam membangun masa depan.

KH. Amirullah Daud juga mengingatkan para alumni agar tidak meninggalkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di pesantren, khususnya dalam menjaga disiplin ibadah.

“Saya mohon maaf ingin memberikan pesan kepada para alumni, ingat ketika Anda menjadi santri, Anda dididik selama enam tahun untuk bangun malam, sholat tahajud, tetapi setelah Anda lulus, Anda jarang bahkan tidak pernah tahajud lagi. Melalui kegiatan haul ini, mudah-mudahan menjadi pengingat kepada kita semua untuk lebih semangat mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan disunnahkan oleh rasul-Nya.”

Pesan tersebut menjadi refleksi betapa pendidikan pesantren tidak berhenti dan selesai ketika seseorang menyelesaikan masa belajarnya sebagai santri. Nilai dan kebiasaan baik yang diperoleh selama menjadi santri idealnya tetap menjadi bagian dari kehidupan para alumni di tengah berbagai aktivitas dan perubahan lingkungan.

Dilanjutkan dengan Peluncuran BukuHaul ke-1 KH. Helmy Abdul Mubin kemudian ditutup dengan peluncuran buku Napak Tilas Kiyai Helmy Abdul Mubin. Besar harapannya kehadiran buku tersebut dapat menjadi dokumentasi perjalanan hidup sekaligus sumber pembelajaran bagi generasi penerus.

Kegiatan haul yang dihadiri berbagai kalangan, termasuk perwakilan organisasi masyarakat Islam di Kabupaten Bogor serta jajaran pemerintah ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang pendiri tidak seharusnya berhenti sebagai cerita sejarah. Semangat KH. Helmy Abdul Mubin dalam membangun pendidikan, membina santri, serta menanamkan nilai ketakwaan menjadi warisan yang perlu terus dijaga oleh keluarga besar Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor.

Bagi santri dan alumni, melanjutkan perjuangan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menjaga nilai yang telah dipelajari, memperkuat akhlak, meningkatkan kualitas diri, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, haul bukan sekadar mengenang seseorang yang telah berpulang, melainkan menjadi momentum untuk meneruskan nilai baik yang telah ditinggalkan.

Sumber : binanews.id