Jonggol, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jonggol menggelar Ziarah Wali 2026 dengan mengusung tema “Menggapai Berkah Melalui Jejak Para Wali.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Agustus 2026, tersebut mengunjungi sejumlah destinasi religi di Cirebon, Panjalu, dan Pamijahan.
Sebanyak 360 jama’ah mengikuti kegiatan ini dengan menggunakan enam bus rombongan. MUI Kecamatan Jonggol menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana mempererat ukhuwah sekaligus mengajak masyarakat mengenal sejarah perjuangan para ulama dan wali dalam menyebarkan dakwah Islam di Nusantara.
Rombongan Jama’ah berangkat dari Alun-Alun Kecamatan Jonggol pada Sabtu pagi. Sebelum perjalanan dimulai, panitia melakukan registrasi, pengecekan peserta, pengarahan, dan doa bersama. Selama perjalanan, peserta juga diarahkan untuk memperbanyak dzikir, shalawat, dan do’a.
Kemudian Rombongan Jama’ah Menelusuri Jejak Para Wali dengan mengawali perjalanan di Cirebon dan berziarah ke Makam Sunan Gunung Djati. Setibanya di lokasi, Rombongan Jama’ah mendapat sambutan dari pengurus MUI Kecamatan Kedawung dan Jamiyyah Kajian Aswaja Annahdliyah Kita Kabupaten Cirebon.
Para jama’ah kemudian mengikuti rangkaian ziarah dengan membaca salam kepada ahli kubur, tahlil, dzikir, dan do’a bersama. Kegiatan juga diisi dengan penyampaian hikmah mengenai perjuangan para wali dalam mengembangkan dakwah Islam.

Rombongan Jama’ah MUI Kec. Jonggol Sedang Ziarah
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Cirebon, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Panjalu. Dari Panjalu, Rombongan Jama’ah kemudian bergerak menuju Pamijahan untuk melanjutkan kegiatan ziarah sekaligus beristirahat.
Pada hari kedua, jamaah melaksanakan shalat Subuh berjamaah sebelum kembali melanjutkan rangkaian ziarah. Salah satu tujuan utama pada hari kedua adalah Makam Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, panitia mengajak Rombongan Jama’ah melakukan dokumentasi dan foto bersama sebelum perjalanan kembali ke Jonggol.

Lanjut Ketua MUI Kecamatan Jonggol, H. Asep Rosadi, MA, selaku pimpinan rombongan, mengingatkan jama’ah agar menjaga niat dan adab selama mengikuti kegiatan
“Ia mengajak seluruh peserta untuk meluruskan niat ziarah semata-mata karena Allah SWT, mengikuti arahan panitia dan pembimbing, serta menjaga akhlak, kesopanan, dan kebersihan selama perjalanan”.
Selain itu, Para Jama’ah diminta disiplin terhadap waktu, tidak meninggalkan rombongan tanpa izin, memperbanyak dzikir, shalawat, dan doa, serta menghormati masyarakat maupun pengelola makam yang dikunjungi.
Dengan jumlah peserta mencapai 360 jamaah dan menggunakan enam bus, panitia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kekompakan. Sikap tersebut membantu seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
MUI Kecamatan Jonggol memaknai Ziarah Wali 2026 bukan sekadar perjalanan mengunjungi makam para ulama dan wali. Kegiatan ini juga menjadi sarana muhasabah, memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, dan meneladani perjuangan para pendahulu dalam dakwah Islam.
Melalui perjalanan tersebut, jamaah diharapkan dapat mengambil pelajaran dari keteguhan para wali dalam berdakwah, menjaga akhlak, mencintai ilmu, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius.
Panitia menutup kegiatan dengan doa bersama dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan, mulai dari panitia, pembimbing, pengemudi, hingga seluruh jama’ah yang mengikuti rangkaian ziarah dengan tertib.
“Dengan Ziarah, Kita Teladani, Kita Cintai, Kita Doakan.”
MUI Kecamatan Jonggol berharap Ziarah Wali 2026 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada para ulama dan wali Allah, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Aamiin Yaa Allah Yaa Rabbal Alamin.
Editor: Anwar Siroz
Kontributor: Panitia MUI Kec. Jonggol







