Thursday, 20 August 2026

MUI Kecamatan Cibungbulang Gelar Pengajian Bulanan, Perkuat Pembinaan Keagamaan Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:31 WIB
admin
ADMIN Tim Redaksi

Cibungbulang, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cibungbulang kembali menggelar Pengajian Bulanan (Syahriah) pada Ahad (19/7/2026) di Masjid Jami’ Nurul Huda, Kampung Gunung Handeleum, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Ketua MUI Kecamatan Cibungbulang, Kiai Abdul Latif, S.Pd.I., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Syahriahan merupakan salah satu program wajib dan rutin MUI dalam membina umat.

Sambutan Ketua MUI Kecamatan Cibungbulang, Kiai Abdul Latif, S.Pd.I. (Foto: Istimewa)

“Pengajian bulanan (Syahriah) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui pengajian rutin bulanan,” ujar Kiai Abdul Latif kepada MUI Online.

Pada kesempatan tersebut, materi pertama disampaikan oleh KH. Ujang Juaeni dengan mengkaji Tafsir Jalalain pada Surah Al-Baqarah ayat 61. Dalam kajiannya dijelaskan tentang kisah Bani Israil yang tidak mensyukuri nikmat Allah SWT.

Meskipun telah dianugerahi makanan berupa manna dan salwa, mereka justru meminta jenis makanan lain. Kisah tersebut menjadi pelajaran penting agar umat Islam senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah dan tidak mudah mengeluh terhadap ketentuan-Nya.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh KH. Deden Rahmat dengan mengkaji Kitab Al-Hikam, khususnya hikmah keenam karya Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari yang menjelaskan bahwa seorang hamba tidak boleh berputus asa ketika doa yang dipanjatkan belum juga dikabulkan.

Cinderamata untuk DKM Masjid Jami’ Nurul Huda. (Foto: Istimewa)

Dalam penjelasannya, KH. Deden Rahmat menegaskan bahwa Allah SWT telah menjamin terkabulnya doa hamba-Nya sesuai dengan pilihan dan waktu yang terbaik menurut-Nya, bukan berdasarkan keinginan manusia.

“Seorang hamba hendaknya tidak mendahului kehendak Allah dan tidak merasa paling mengetahui mana yang terbaik bagi dirinya. Allah lebih mengetahui maslahat setiap perkara, sementara manusia sering kali menyukai sesuatu yang ternyata tidak baik baginya, atau membenci sesuatu yang justru membawa kebaikan,” jelasnya.

Sambutan Camat Cibungbulang, Agung Surachman Ali, S.STP., MM. (Foto: Istimewa)

Penjelasan tersebut diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 216: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Di saat yang sama, Camat Cibungbulang, Agung Surachman Ali, S.STP., MM., turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pengajian syahriahan ini terus dilaksanakan.

Jama’ah Ibu-Ibu pada pengajian syahriahan MUI Kecamatan Cibungbulang. (Foto: Istimewa)

“Saya berharap kegiatan syahriahan ini terus dilaksanakan untuk mempererat sinergi ulama dan umaro serta membina masyarakat sekitar,” ujarnya.

Syahriahan menjadi wadah silaturahmi dan penguatan ukhuwah Islamiyah di kalangan ulama dan masyarakat, memperkuat sinergi ulama-umaro, sekaligus memperkokoh peran MUI dalam membina kehidupan masyarakat.

Editor: fw
Kontributor: Imam Ulumuddin