Wednesday, 19 August 2026

Pengajian Bulanan MUI Citeureup Tekankan Peran Ulama di Era Digital

Senin, 20 Juli 2026 | 11:50 WIB
admin
ADMIN Tim Redaksi

Citeureup, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Citeureup kembali menggelar Pengajian Bulanan (Syahriah) di Aula Kantor Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Ahad (19/7/2026).

Dalam tausiyahnya, Ketua MUI Kecamatan Citeureup, KH. Muhammad Basri, S.Ag., menegaskan bahwa kemuliaan ulama terletak pada amanah yang mereka emban untuk meneruskan perjuangan para nabi dalam membimbing umat.

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Al-‘Ulama Waratsatul Anbiya’. Ulama adalah pewaris para nabi. Yang diwariskan bukanlah harta benda, melainkan ilmu, akhlak, dan tanggung jawab untuk membimbing umat menuju jalan yang diridhai Allah SWT,” ujar KH. Muhammad Basri.

Ia menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan kehidupan modern, keberadaan ulama semakin dibutuhkan sebagai penjaga moralitas dan spiritualitas masyarakat.

“Di era digital seperti sekarang, masyarakat membutuhkan bimbingan ulama. Kita harus menjadi penuntun agar umat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan dan pemahaman keagamaan yang keliru,” katanya.

Menurutnya, sedikitnya terdapat tiga peran strategis yang harus terus dijalankan oleh ulama. Pertama, sebagai penjaga akidah dan syariat.  

“Ulama harus tetap menjadi rujukan umat dalam menjaga kemurnian ajaran Islam. Kita berkewajiban meluruskan pemahaman yang menyimpang, sekaligus menolak segala bentuk ekstremisme maupun liberalisme yang melampaui batas,” tegasnya.

Peran kedua adalah sebagai penyejuk dan pemersatu umat. “Ulama yang bijaksana adalah ulama yang merangkul, bukan memukul; mengajak, bukan mengejek. Di tengah perbedaan pandangan dan dinamika sosial, ulama harus menjadi penyejuk yang mempererat persatuan umat,” ujarnya.

Sementara itu, peran ketiga adalah sebagai pemandu perubahan sosial. “Kita harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga berbagai persoalan sosial. Nilai-nilai Islam harus mampu menjadi jawaban atas tantangan zaman,” ungkapnya.

Menutup tausiyahnya, KH. Muhammad Basri mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan bagi dakwah Islam.

“Hari ini setiap orang bisa berbicara tentang agama melalui media sosial. Karena itu, mari kita perkuat peran ulama sebagai pewaris para nabi agar umat memperoleh bimbingan yang benar dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT,” pungkasnya.

Kontributor: Anwarudin