MUI-BOGOR.ORG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cigombong sukses menggelar Pengajian Bulanan (Syahriyahan) perdana di bawah kepengurusan baru masa khidmah 2025-2030. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Majelis Ta’lim Al Ikhlash Tambakan, Desa Wates Jaya, pada Senin, 12 Januari 2026, dan dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh ulama, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Cigombong KH. M. Zainal A. Nurmuhtadin memperkenalkan jajaran pengurus MUI Kecamatan Cigombong masa khidmat 2025-2030. Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada unsur Forkopimcam yang telah hadir dan memberikan dukungan.

“Semoga sinergi antara ulama dan umara di Kecamatan Cigombong semakin kuat dalam membina umat dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Camat Cigombong, RE. Irwan Somantri, S.STP., MM, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian bulanan MUI yang direncanakan berlangsung secara bergilir di sembilan desa se-Kecamatan Cigombong. Ia menilai kegiatan tersebut sangat strategis dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat.

Menurutnya, di era digital saat ini, peran orang tua dan para ulama sangat penting dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. “Tanpa kontrol dan pendampingan, penggunaan gadget dapat berdampak negatif terhadap perkembangan generasi muda,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Cijeruk Cigombong, Kompol Uba Subroto, S.H., M.H, mengaku bersyukur dapat hadir dan bersilaturahmi dalam pengajian rutin MUI Kecamatan Cigombong. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Polsek Cijeruk Cigombong telah membentuk Satuan Perlindungan Anak (SPA) sebagai upaya preventif agar wilayah Cigombong terhindar dari berbagai persoalan sosial yang tidak diinginkan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Desa Wates Jaya, KH. Drs. Didih Muhdiat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan Desa Wates Jaya sebagai tuan rumah pengajian perdana tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa masa khidmat kepengurusan MUI Desa Wates Jaya akan berakhir pada Maret 2026.

“Ke depan, sangat memungkinkan kepemimpinan MUI Desa dilanjutkan oleh kiai atau ustaz lain di Desa Wates Jaya, mengingat saya telah berkhidmat selama kurang lebih 25 tahun atau melewati lima periode kepala desa,” ungkapnya.
Editor: Faisal Wibowo Kontributor: Muhamad Fatah






