Thursday, 20 August 2026

Syahriahan MUI Kecamatan Jonggol Ajak Masyarakat Renungi Asal Penciptaan Manusia, Ingatkan Bahaya LGBT dan Miras

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB
admin
ADMIN Tim Redaksi

Jonggol, MUI Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jonggol kembali menggelar Pengajian Bulanan (Syahriahan) Putaran ke-3 Tahun 2026 di Masjid Nurul Huda, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/7/2026).

Dalam tausiahnya, Ketua MUI Kecamatan Jonggol, KH. Asep Rosadi, M.A., mengajak masyarakat untuk merenungkan hakikat penciptaan manusia sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.

“Tahapan penciptaan manusia, dimulai dari turab (tanah), thin (tanah liat), hama’ masnun (lumpur hitam), hingga shalshal kal-fakhkhar (tanah kering seperti tembikar). Setelah itu Allah SWT menciptakan pasangan Nabi Adam, yaitu Hawa, dan dari keduanya berkembang biak seluruh umat manusia,” katanya.

Ketua MUI Kecamatan Jonggol, KH. Asep Rosadi, MA.

Kiai Asep juga menguraikan kandungan Surah Al-Mu’minun ayat 12–16 yang menjelaskan proses penciptaan manusia sejak sari pati tanah, menjadi air mani (nutfah), segumpal darah (‘alaqah), segumpal daging (mudhghah), tulang belulang, hingga menjadi manusia yang sempurna.

Menurutnya, ayat-ayat tersebut menunjukkan keselarasan antara wahyu Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern mengenai perkembangan janin di dalam rahim.

Wadanramil Kecamatan Jonggol Kapten Inf. Iswoko

“Al-Qur’an sudah menjelaskan perkembangan janin sejak lebih dari 1.400 tahun yang lalu, jauh sebelum manusia mengenal teknologi seperti USG. Hal ini semakin menunjukkan bahwa Al-Qur’an benar-benar berasal dari Allah SWT,” jelasnya.

Selain itu, Kiai Asep juga mengingatkan masyarakat mengenai bahaya penyimpangan perilaku seksual (LGBT) dan penyalahgunaan minuman keras (miras) yang dinilainya dapat merusak moral generasi dan kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih, Apt. Mutiara Iqlima, S.Farm., menyampaikan apresiasi atas konsistensi MUI Kecamatan Jonggol dalam menyelenggarakan pengajian bulanan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan para ulama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Mushofahah pasca acara

“Kami memohon bimbingan dan nasihat dari para ulama agar kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Sirnagalih senantiasa berada di jalan yang benar,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Jonggol, KH. Drs. Jajang Ghozali. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Jonggol, di antaranya Wadanramil Jonggol Kapten Inf. Iswoko, jajaran pengurus MUI Kecamatan dan MUI Desa, Ketua DMI Jonggol H. Namin Priatna, S.Pd., serta Forum Silaturahmi Asatidz binaan MUI Kecamatan Jonggol yang saat ini telah beranggotakan sekitar 260 orang.

Editor: fw