Hikmah Syari’at Kurban

Hikmah Syari’at Kurban

Oleh: Dr. Abdul Wafi Muhaimin (Alumni PKU X MUI Kabupaten Bogor)

Syariat kurban merupakan syariat umat terdahulu hingga umat nabi terakhir [al-Hajj: 34]. Tujuannya adalah agar ketika menyembelih hewan ternaknya, manusia mengingat dan menyebut nama Allah atas karunia hewan ternak yang dimilikinya. Bahwa pada hakikatnya hewan ternak tersebut merupakan bentuk titipan dari Allah. Dan menyembelih itu adalah karena perintah Allah, bukan karena kehendak sendiri. Karena manusia pada hakikatnya tidak memiliki hak untuk menghilangkan nyawa hewan.

Di antara hikmah disyariatkan untuk berkurban adalah, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas karunia nikmat hidup, bahwa kurban ini merupakan simbol dari tebusan kurban manusia, yaitu ketika nabi Ibarahim diperintah untuk menyembelih Ismail, yang kemudian ditebus dengan domba.

Selain itu, hikmah berkurban adalah agar umat Islam mengingat kesabaran nabi Ibrahim dan nabi Ismail, dan mendahulukan ketaatan dan kecintaan kepada Allah melebih kecintaannya kepada diri sendiri dan anaknya menjadi sebab adanya tebusan dan diangkatnya musibah berupa menyembelih anak. Dengan mengingat itu semua, umat Islam akan berusaha meneladani keduanya agar mampu bersabar atas ketaatan kepada Allah dan mendahulukan cinta kepada Allah melebih cinta kepada hawa nafsu dan syahwat duniawi.

Berkurban juga merupakan bentuk sarana untuk berbagi dengan sesama, memuliakan tetangga dan tamu, dan bersedekah kepada fakir miskin, yang kesemua itu merupakan bentuk menampakkan kebahagiaan dan kesenangan atas nikmat yang Allah berikan kepada masunia, dan senyatanya hal itu merupakan perintah Allah untuk menyebut-nyebut nikmat yang Allah berikan. [al-Dhuha: 11].

Mungkin ada yang berpikir, bukannya Islam mengajarkan kasih sayang, termasuk terhadap hewan sekali pun. Lalu kenapa setiap tahun menyembelih hewan yang tidak tanggung-tanggung banyaknya? Jawabannya sederhana, berkasih sayang kepada siapa dan kenapa itu bukan sekedar pilihan naluri manusia, melainkan yang terpenting adalah karena semua itu merupakan tutunan agama.

Agamalah yang mengajarkan kita untuk menyayangi siapa dan dengan alasan apa, termasuk terhadap hewan. Tetapi ketika Allah memerintahkan kita untuk menyembelih hewan, maka perintah Allah berada di atas segala-galanya. Apalagi hanya sekedar menyembelih hewan, menyembelih anak sekali pun jika itu perintah Allah, maka akan dilakukan sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Ibrahim.

Oleh karena itu, kurban ini merupakan simbol ketataan dan kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya. Bahwa ketaatan dan kecintaan kepada Allah harus melebihi ketaatan dan kecintaan kepada selain-Nya. Maka dari itu, semoga kita semua diberi kemampuan dan kemauan untuk berkurban di tahun ini. Aamiin.